Merek Otomotif Apa Lagi yang Bakal Hengkang dari Indonesia?

Pengendara Harley-Davidson. Foto ilustrasi.
Sumber :
  • womenridersnow

VIVA.co.id - Pasar otomotif nasional kembali berduka. Akibat mengalami penurunan penjualan, beberapa perusahaan  otomotif memilih setop berjualan Indonesia. Sebut saja Ford dan Harley-Davidson (HD).

Kedua perusahaan ini sama-sama berasal dari Amerika Serikat. Namun, keputusan hengkang diambil oleh Ford. Sementara untuk HD, berhentinya penjualan diputuskan oleh agen pemegang merek, yaitu Mabua.

Dengan adanya keputusan tersebut, dikhawatirkan hal ini akan membuat beberapa pabrikan yang telah ada di Indonesia juga melakukan hal yang sama.

Menanggapi hal tersebut pengamat otomotif, Bebin Juwana, ikut angkat bicara. Menurut dia, kedua merek ini memiliki pasar yang berbeda, sehingga hal itu tidak akan menyeret perusahaan otomotif lain untuk angkat kaki dari Indonesia.

Kata Bebin, potensi pasar Indonesia sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh para produsen otomotif, terutama yang berasal dari Jepang, yang saat ini usia keberadaannya lebih dari 30-40 tahun.

“Mereka memiliki reputasi yang sudah terbentuk, sehingga masyarakat percaya akan produk, purna jual dan jaringan diler,” jelas Bebin saat berbincang dengan VIVA.co.id, Jumat 5 Februari 2016.

Sebaliknya, lanjut Bebin, kehadiran produsen otomotif yang tampil belakangan di Indonesia memang tidak akan langsung memetik manisnya potensi pasar.

Masyarakat dinilai lebih percaya akan reputasi perusahaan yang sudah lama tertanam. “Jadi, berat untuk para pemain baru,” jelasnya.

Seperti diketahui, Senin 25 Januari 2016 lalu, Ford Indonesia melalui agen tunggal pemegang merek PT Ford Motor Indonesia mengumumkan akan mengakhiri operasi di Indonesia.

Rencananya,  semua diler Ford akan ditutup, dan proses penjualan serta impor resmi akan dihentikan pada paruh kedua 2016 mendatang.

Dan kali ini, kabar hengkangnya HD mulai beredar. Ini diketahui setelah surat internal Mabua bocor ke media.

Disebutkan, PT Mabua Harley-Davidson dan PT Mabua Motor Indonesia tidak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, terhitung mulai 31 Desember 2015.