Saat Bengkel Mobil Kampung Kecipratan Rezeki Ramadan

Bengkel mobil di Bantul, Yogyakarta.
Sumber :
  • Daru Waskita/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Selama bulan Ramadan, tak hanya pedagang makanan pembuka puasa yang mendapatkan limpahan rezeki, namun juga bengkel-bengkel mobil yang ada di perkampungan.

Warga kampung yang memiliki mobil mulai mendatangi bengkel mobil untuk memperbaiki kerusakan mobilnya, agar nantinya tidak rewel saat digunakan untuk mengunjungi sanak saudara atau berwisata saat lebaran tiba.

Pemilik bengkel mobil di Kampung Ngringinan, Desa Palbapang, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Bagong mengaku, pada pekan kedua Ramadan, banyak warga yang melakukan servis mobil, mulai dari ganti oli, pengecekan rem, lampu-lampu, hingga ganti suku cadang.

"Kebanyakan memang servis yang ringan-ringan, sehingga mobil tidak perlu ditinggal," katanya, Selasa 14 Juni 2016.

Menurutnya, pemilik mobil yang datang ke bengkel adalah para langganan yang sudah biasanya memperbaiki mobil di bengkelnya.

"Kebanyakan para pelanggan ini di hari pertama dan kedua Lebaran menggunakan mobil untuk berkeliling ke rumah keluarga terdekat. Dan pada hari berikutnya baru ke luar kota," ungkapnya.

Kebanyakan pemilik mobil datang ke bengkel jauh-jauh hari, guna mengantisipasi membludaknya antrean servis.

"Kalau mendadak dan mendekati hari Lebaran, karyawan saya banyak yang libur, sehingga belum tentu mobil tersebut dikerjakan," jelasnya.

Pada awal Ramadan hingga satu hari menjelang Lebaran, Bagong mengaku tidak menerima servis mobil yang berat-berat, seperti mesin harus turun, karena takut tidak bisa selesai sebelum Lebaran.

"Kalau yang kerusakan berat tidak saya terima. Jika mau, satu minggu usai Lebaran bisa dimasukkan kembali ke bengkel," ujarnya.

Untuk tarif, Bagong mengaku biaya yang ia patok untuk perbaikan ringan masih terjangkau, yakni Rp25-100 ribu.

"Kalau cuma memerbaiki rem mobil, paling biayanya Rp25 ribu ditambah harga suku cadang yang harus diganti," jelasnya.