Alasan Datsun Cross Tak Ada Pengaturan Setir Kemudi

Datsun Cross diperkenalkan di Yogyakarta.
Sumber :
  • VIVA/Daru

VIVA – Datsun Indonesia secara resmi telah meluncurkan produk ketiganya, Datsun Cross. Namun produk ketiga ini berbeda dari para pendahulunya yakni Datsun GO dan GO+. Nissan Motor Indonesia rupanya ingin Datsun ‘lepas’ dari status produsen mobil LCGC.

Tak heran jika Datsun Cross dibanderol dengan harga untuk manual dibanderol Rp161,49 juta dan matik CVT Rp173,99 juta. Namun sayangnya, Datsun tampak masih ‘setengah-setengah’ untuk mempersenjatai mobil ketiganya ini. Contohnya, setir Cross yang masih belum bisa diatur tinggi rendahnya, hal yang sama dengan GO dan GO+.

Padahal, kompetitor yang harganya setara dengan Cross itu sudah mempunyai fitur teleskopik dan tilt steering. Lantas kenapa Datsun Indonesia sampai sekarang belum menanamkan fitur pengaturan setir di mobil racikannya? Apakah dalam rangka penghematan?

Anton Khristanto, Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia, mengatakan, tidak adanya fitur tilt dan teleskopik bukan karena untuk mengoreksi budget. Menurutnya dengan studi yang sudah dilakukan posisi setir Cross itu sesuai dengan postur orang Indonesia.

“Karena lebih ke arah lay out atau posisi mobil yang disesuaikan dengan rata-rata postur badan orang Indonesia. Saat itu dalam studi kita merasa cukup dengan fiks steering gitu. Kita meriset tinggi badan orang Indonesia rata-rata 165cm sampai 170cm,” ujarnya kepada VIVA, Senin 12 Maret 2018.

Sebab kenyataanya, ketika sesi test drive Cross di proving ground Bridgestone, VIVA ssempat berbincang dengan pembalap wanita, Rally Marina yang sudah mencoba Cross. Kata dia, untuk postur badannya, posisi setir Cross masih terlalu tinggi.