Bunuh Virus Corona, Ford Bikin Kabin Mobil Polisi AS Lebih Panas

Ford.
Sumber :
  • Ford.

VIVA – Pabrikan mobil asal Amerika Serikat, Ford, menyematkan fitur baru di armada patroli polisi AS. Fitur baru ini diyakini dapat membunuh Virus Corona yang ada di kabin mobil tersebut. 

Dilansir dari Business Insider, Kamis 28 Mei 2020, fitur baru itu disematkan di mobil tipe sport utility vehicle (SUV) Police Interceptor Utilities lansiran 2013-2019. 

Fitur baru tersebut dapat lebih meningkatkan suhu di interior mobil hingga 56 derajat celcius. Suhu tersebut jika telah merata di seluruh kabin selama 15 menit, diyakini sama kasiatanya dengan mendisinfeksi interior mobil. 

"Solusi perangkat lunak ini memungkinkan kendaraan untuk menaikkan suhu kompartemen penumpang melebihi 133 derajat Fahrenheit (56 derajat celcius). Selama 15 menit, cukup lama untuk membantu mendisinfeksi titik kontak kendaraan," Ford kata dalam sebuah pernyataan.

Dijelaskan, perangkat lunak ini menghangatkan mesin ke level yang lebih tinggi, dan pengaturan panas dan kipas beroperasi pada posisi tinggi. Kemudian, perangkat itu secara otomatis memonitor suhu interior hingga seluruh kompartemen penumpang mencapai level optimal.

Keyakinan Ford bahwa suhu 56 derajat celcius bisa menonaktifkan Virus Corona bukanlah tanpa dasar ilmiah. Angka tersebut merupakan hasil dari penelitian Ford berkerja sama dengan Ohio State University. 

Baca juga: Heboh, Iklan Toyota Supra Terpasang 27 Tahun di Baleho Ini

"(Suhu itu bisa) mengurangi konsentrasi virus (Corona) lebih dari 99 persen pada permukaan interior dan bahan yang digunakan di dalam kendaraan Polisi Interceptor Utility," kata Jeff Jahnes dan Jesse Kwiek, pengawas laboratorium mikrobiologi di Ohio State.

Permintaan pemasangan perangkat lunak di mobil polisi ini disampaikan ke Ford pada Maret lalu. Insinyur Ford pun menyanggupi hal itu dan berkoordinasi dengan Departemen Kepolisian Kota New York.

"Selama satu momen, petugas Kepolisian mungkin membawa pasien Virus Corona ke rumah sakit. Sementara perjalanan lain mungkin melibatkan penghuni yang mungkin tidak menunjukkan gejala," ungkapnya. 

Pantau berita terkini di VIVA terkait Virus Corona