Nissan Mengalami Penurunan Laba Karena Masalah Ini

Logo Nissan
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

VIVA Otomotif – Nissan Motor Company baru saja mengumumkan laba bersih pendapatan, pada periode pertama di tahun ini. Diketahui, perusahaan asal Jepang tersebut menjual berbagai jenis produk mobil mulai dari SUV hingga MPV.

Dalam masa penjualan, mereka mengalami penurunan pendapatan pada bulan Januari hingga Juni 2022. Hal itu dikarenakan berbagai masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.

Menurut laporan perusahaan, bahwa laba bersih yang didapat mencapai 47,1 miliar yen atau sekitar Rp5,2 triliun. Angka tersebut mengalami penurunan, di mana pada tahun lalu perusahaan mendapatkan 114,5 miliar yen atau setara Rp12 triliun.

Nissan Sakura

Photo :
  • Istimewa

Dikutip VIVA dari JapanToday, Minggu 31 Juli 2022, perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1933 itu memberitahu bahwa mereka tengah menghadapi masalah kekurangan semikonduktor global yang menghantam produksi. Ditambah, penguncian Covid-19 di China.

Adanya masalah tersebut, membuat perusahaan mengalami peningkatan biaya bahan baku yang merugikan profitabilitas. Untuk itu, mereka harus membuat strategi baru dalam menjual produk kendaraan kepada konsumen mereka.

Chief Operating Officer, Ashwani Gupta mengatakan Nissan akan berinvestasi untuk membangun dan merestrukturisasi rantai pasokan untuk meningkatkan persediaan. Sehingga permintaan produksi dapat dipenuhi dengan lebih baik.

“Namun untuk kekurangan chip tidak bisa diperbaiki dalam beberapa waktu dekat. Ditambahnya, melonjaknya biaya bahan baku juga harus diatasi agar bergerak maju secara perlahan-lahan,” ujar Gupta.

Nissan berharap dengan adanya produksi baru seperti mobil listrik Leaf dan kendaraan jenis sport bernama Rogue dapat meningkatkan volume penjualan perusahaan. Selain itu, pendapatan tersebut juga bisa menekan biaya bahan baku untuk beberapa waktu ke depan.

Sebagai tambahan informasi, permasalahan krisis chip semikonduktor tidak hanya ditimpa oleh Nissan saja, terapi juga beberapa produsen otomotif terdampak. Bahkan sebagian dari mereka mengalami inden terhadap produksinya, termasuk yang baru diluncurkan.