Mana yang Lebih Ideal, Lampu LED atau HID?

Lampu mobil kombinasi LED dan HID.
Sumber :
  • Herdi Muhardi/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Saat ini, banyak mobil terbaru berseliweran dengan tampilan mewah pada lampu depannya. Pabrikan mobil memang sengaja memakai teknologi light emitting diode (LED) pada lampu depan, karena dianggap lebih hemat energi.

Menurut teknisi Kirana Motor Car Accesories & Variasi, Toto, penggunaan LED saat ini tak hanya digunakan untuk modifikasi semata.

"Lampu LED ini irit setrum dan cahaya lebih terang dari pada bohlam biasa (halogen)," ungkap Toto saat berbincang dengan VIVA.co.id di lantai dua No 11 Duta Mas Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis, 28 April 2016.

Kendati demikian, kata Toto, lampu LED memiliki kekurangan, yakni jika kondisi hujan, cahaya lebih bias, karena cahaya yang dihasilkan berwarna putih.

"Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Lampu utama standar bagus saat hujan. Kalau untuk pemanis, bagus LED. Jadi, sarannya kalau untuk lampu utama mendingan pakai standar, sementara variasi tetap LED,” ucapnya.

Harga lampu LED sendiri memang lebih mahal dibandingkan halogen. Biasanya, lampu LED dijual dalam beragam bentuk dan harga, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Harga tersebut tergantung dari aplikasinya, apakah digunakan sebagai variasi layaknya mobil-mobil Eropa, atau sebagai lampu utama.

Biasanya, pengendara yang gemar bepergian jarak jauh memilih lampu utama jenis HID (High Intensity Discharge). Lampu ini memang lebih terang, namun bisa membahayakan karena menyilaukan.

Alhasil, di beberapa negara, termasuk Indonesia, penggunaan HID yang menghasilkan cahaya sangat terang kerap mendapatkan sanksi berupa tilang dari pihak kepolisian.