Mobil Termurah Sejagat akan 'Disuntik Mati'

Tata Nano dipamerkan di IIMS 2012.
Sumber :
  • VIVAnews/Sandy Adam Mahaputra

VIVA.co.id – Gebrakan Tata Motors memperkenalkan mobil murah sejagat, Tata Nano, pada 2009 silam, rupanya tidak berjalan mulus. Meski pada mulanya banyak diburu, kini Nano justru mulai ditinggal konsumen.

Awalnya, Tata Motors menghadirkan mobil murah agar para pengguna sepeda motor dapat beralih menggunakan mobil. Namun ternyata, target itu tidak berhasil dicapai.

Bahkan, Tata Motors berencana untuk menghentikan proyek mobil yang terkenal sebagai mobil termurah sejagat itu.

Dilansir dari Motorbeam, Kamis, 16 Februari 2017, bos Tata Motors, Cyrus Mistry, mengatakan bahwa Nano adalah proyek yang gagal menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Tata Motors juga berencana menyetop produksi dua model mobil lainnya, yakni Indica dan Indigo. Mereka juga akan menggunakan dua platform mobil saja untuk mengembangkan model terbaru. Sebelumnya, Tata Motors memiliki enam platform untuk berbagai model.

Sekadar informasi, Tata Motors sempat memboyong Nano ke ajang pameran otomotif bergengsi Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 silam.

Sayangnya, mobil tersebut gagal dijual di Tanah Air. Penyebabnya, konsumen di Indonesia dianggap tidak mau membeli mobil dalam kondisi standar. Mereka lebih memilih mobil yang kaya fitur serta performa yang mumpuni.

Selain itu, kehadiran Nano di Indonesia tentunya harus didukung dengan infrastruktur. Maklum, dengan mesin dua silinder dan kecepatan maksimal 105 kilometer per jam, mobil ini terlalu berbahaya jika dipacu kencang di jalan tol.

Banderol mobil yang hanya Rp24 juta untuk tipe paling rendah dan tipe termahal Rp45 jutaan di pasar India, jika masuk ke Indonesia, dipastikan akan jauh lebih mahal. (ase)