Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta Banjiri Pasaran

Bursa mobil bekas. Ilustrasi.
Sumber :
  • mobil.my.id

VIVA.co.id – Pascalebaran rupanya dimanfaatkan banyak orang untuk menjual mobilnya. Data itu setidaknya meningkat ketimbang bulan Juni lalu. Penyebabnya, banyak masyarakat yang tengah membutuhkan dana segar seusai Lebaran, apalagi ditambah dimulainya tahun ajaran baru sekolah. 

Namun pasar berkata lain. Meski banyak orang menjual mobil bekas, namun penjualannya tengah lesu. Menurut Ahmad Fadilah, Ketua Ikatan Pedagang Mobil Bekas Jakarta Timur (IPMJ), sepinya pembeli sudah dirasakan sejak seminggu setelah Lebaran.

“Kalau sekarang kebanyakan orang itu sibuk bayar daftar masuk sekolah. Tapi biasanya bulan-bulan ini hingga akhir tahun akan perlahan naik," katanya di Jakarta.

Senada dengan Ahmad, Jojon Ardi pemilik mobil bekas dealer Fritz n Co yang terletak di Carsentro Yogyakarta juga mengeluhkan sepinya pembeli pascalebaran. “Kalau di masa sekarang orang fokus uangnya ke sekolah anak-anaknya, masa liburan sekolah juga memang jarang pembeli, orang-orang fokusnya ke liburan dan sekolah dulu,” katanya.

Para pedagang memprediksi kondisi pasar mobil bekas akan kembali bergairah menjelang akhir tahun. Berdasarkan pengalaman peningkatan akan terjadi di bulan September hingga November mendatang.

Sementara itu data yang disampaikan Carmudi, penjualan mobil bekas juga terpantau kian marak dilakukan secara online. Peningkatan terbesar datang dari mobil bekas dengan kisaran harga di bawah Rp100 juta. 

Mobil bekas yang paling mendominasi masih disesaki Toyota. Namun yang paling mencolok adalah kehadiran mobil-mobil Kijang lawas di situs jual beli mobil bekas secara online. Berdasarkan data, mobil-mobil itu dibanjiri model Toyota Kijang seperti Krista, LX hingga Grand. (mus)