Ford Mau Balik Lagi ke RI, Tapi Dilernya Banyak Jual Wuling

Ford New Fiesta di IIMS 2013
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Mobil-mobil Ford akan kembali dijual di Indonesia oleh RMA Group mulai tahun depan. Jika rencana itu benar terwujud, berarti mobil-mobil Ford dalam kondisi baru bisa kembali dibeli oleh penggemarnya setelah dua tahun menghilang.

Kabar ini tentu menggugah rasa penasaran, akan dijual di mana mobil-mobil Ford nantinya, mengingat setelah lebih dari setahun Ford Motor Indonesia --agen pemegang merek terdahulu-- menyudahi bisnisnya, diler Ford mulai dialihkan untuk menjual merek lain.

Senior Manager Marketing and Sales RMA Indonesia, Yanto Mardianto mengatakan, memang saat ini ada bekas diler-diler Ford yang menjual mobil-mobil baru merek lain, salah satunya mobil China merek Wuling.

"Soal diler Ford itu berkaitan dengan momentum permohonan, makanya kami coba agak push ke Ford pusat agar bantu kami (jualan mobil). Secara operasional kami enggak bisa memaksa diler untuk 100 persen meng-cover pembeli Ford. Diler-diler ini sekarang enggak jualan mobil, otomatis untuk meng-cover biaya operasional pasti akan sulit, makanya tidak memaksa saat mau berjualan merek lain," kata Yanto saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Baca juga: Masuk Indonesia Lagi, Apa Mobil yang Bakal Dijual Ford

Meski demikian, Yanto mengatakan, pihaknya akan berupaya agar diler-diler Ford bisa tetap memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari mobil Ford baru nantinya. "Dengan perjanjian atau agreement, walaupun diler Ford yang dulu turning ke Wuling, maka bisa dilihat tetap ada stan Ford di sana. Diler akan tetap terima servis dan penjualan spare parts untuk Ford, kan ada branding Ford, bahkan meja penerima tamu khusus Ford, di diler yang sama dengan Wuling," ujar dia.

Baca juga: Ford Kembali Masuk Indonesia

Yanto mengatakan, komunikasi dengan pemilik-pemilik diler pun akan terus diupayakan secara maksimal. "Ya diler sudah ada dengar keinginan dan rencana kami, tetapi mereka (diler) memang lebih realistis. Apa yang terjadi sekarang adalah mereka butuh dana operasional, gaji karyawan, maka sementara itu mereka ke merek lain," ujarnya.