Cari Velg Motor Bekas Berkualitas, Ini Tempat dan Harganya

Ilustrasi. Suku cadang sepeda motor di Cibubur, Jakarta Timur.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA.co.id - Tingginya harga suku cadang membuat sebagian pengguna sepeda motor memburu spare parts bekas. Kebanyakan para konsumen memiliki alasan tersendiri, yakni harga miring dan kondisi yang masih laik pakai.

Salah satu lokasi suku cadang bekas yang terkenal di Jakarta, yakni berlokasi di Jalan Raya Bogor KM 27 atau Cibubur. Terdapat puluhan kios penjual suku cadang bekas yang telah berdiri sejak belasan tahun lalu.

Menurut Rudi, salah seorang pemilik kios, suku cadang yang paling diburu para pengguna motor yakni velg. Kalau model, velg racing untuk sepeda motor jenis matic-lah yang kini menjadi primadonanya.

"Setiap hari kami bisa menjual sekira empat pasang velg. Jenis matic yang jadi andalan," kata pria berusia 26 tahun itu saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Soal harga, ia membanderol velg jenis skuter matic dengan harga mulai Rp300 ribu hingga Rp450 ribu. Harga tentunya bervariasi tergantung kondisi velg tersebut. Beragam alasan konsumen pun disampaikannya.

Kata dia, kebanyakan pembeli memilih velg bekas setelah motor yang digunakannya bermasalah, seperti tabrakan, hantam lubang, tak lagi presisi, hingga demi modifikasi. Konsumennya pun tak cuma dari wilayah sekitar, termasuk wilayah Depok, Bogor, hingga Tangerang.

Velg yang menjadi incaran para pembeli juga datang dari model jari-jari. Biasanya, velg ini berbahan aluminium, karena terbilang sedang trendi saat ini dan membuat motor terlihat bersih. Namun disayangkan, biasanya velg ini banyak dikawinkan dengan ban "cacing", alias ban dengan tapak tak lebar yang tentu membahayakan penggunanya.

"Biasanya anak-anak muda yang cari. Kami jual Rp250-300 ribuan. Pokoknya semua tergantung kondisi," kata pedagang lainnya, Robby.

Tak cuma velg, lokasi ini juga menyediakan beragam suku cadang bekas untuk sepeda motor, mulai dari bodi, cover lampu, shockbreaker, teromol, cakram, hingga spion. Model yang dijual tidak hanya standar pabrikan, aksesori variasi pun tersedia di sini.

Harga tentunya bervariasi. Jika ingin mendapatkan harga yang pas di kantong, Anda tentu bisa menawarnya hingga terjadi kesepakatan dengan penjual.

Meski terbilang ramai, transaksi penjualan di lokasi kini surut drastis. Sejumlah pedagang mengakui lesunya ekonomi tak hanya berpengaruh terhadap penjualan kendaraan, namun juga berimbas ke penjualan pendukung kendaraan seperti aksesori dan sebagainya.

Sejak beberapa bulan terakhir, banyak pedagang mengeluhkan sepinya transaksi, bahkan bisa menurun puluhan persen. "Saat ini turun drastis, parah. Kami di sini penjualan bisa turun 50 persen. Tahun ini sangat menjadi ujian bagi kami," kata seorang pedagang, Suradi. (art)