Motor Injeksi Tak Boleh Habis Bensin, Mitos atau Fakta?

Kedipan motor injeksi.
Sumber :
  • Pertamax7

VIVA.co.id – Sepeda motor dengan sistem injeksi kini semakin banyak diproduksi oleh perusahaan otomotif. Bukan tanpa alasan, lantaran injeksi merupakan teknologi yang ampuh mencampurkan udara sebelum dibakar dengan bahan bakar. 

Dengan teknologi tersebut, motor berinjeksi akan lebih bertenaga, dan lebih irit bahan bakar ketimbang motor dengan sistem karburator. Tak heran bila motor dengan sistem injeksi lebih diminati masyarakat Indonesia saat ini.

Namun, informasi yang beredar terkait pantangan bagi motor injeksi semakin banyak dijumpai, salah satu yang populer adalah motor injeksi tidak boleh kehabisan bensin?.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Mekanik AHASS CMM Purwakarta, Muhammad Abdul Wakhid, membenarkan. Motor injeksi sangat tidak dianjurkan untuk kehabisan bahan bakar.

“Sebenarnya abis bensin itu enggak boleh bukan hanya motor injeksi aja. Sistem injeksi itu merupakan pensuplai bahan bakar, kerusakan pompa bahan bakar mungkin dapat terjadi kalau sering mengalami kehabisan bensin,” ungkap Abdul kepada VIVA.co.id, Sabtu 23 September 2017. 

Menurut Abdul, sistem injeksi akan menyuplai bahan bakar ke mesin dengan menggunakan pompa yang berbentuk dinamo, yang membutuhkan pendinginan melalui bahan bakar pada kendaraan. Sehingga, apabila volume bahan bakar benar-benar habis, maka pompa akan bekerja lebih berat karena tidak ada pendinginnya.

“Kerusakan bisa terjadi di pompa bahan bakar, karena pada saat bahan bakar kurang, umur dari pompa bahan bakar berkurang juga,” kata Abdul. (ren)