Cuci Mobil Pakai Air Sumur Justru Bikin Kusam?

Ilustrasi. Mencuci mobil.
Sumber :
  • www.toyota.astra.co.id

VIVA.co.id – Sejatinya para pemilik mobil menginginkan kendaraannya bersih mengkilap dan bebas kusam. Tak heran jika beragam cara ditempuh, mulai dari rajin mencuci, hingga melakukan poles sana-sini di mobil miliknya.

Penyebab mobil kusam terdiri dari banyak faktor, mulai dari kerap dijemur atau sering kena paparan sinar matahari, atau jarang dibersihkan hingga membuat mobil kusam lebih cepat. Tetapi, ada pernyataan yang disampaikan Erwin Santoso , penggawa Rafet Auto, bengkel spesialis cat dan bodi mobil di Jalan Raya Bogor, Kilometer 35, Nomor 37.

Menurutnya, selain air hujan, air sumur juga sebaiknya dihindari untuk digunakan mencuci mobil. Alasannya, air sumur dapat membuat cat mobil berubah warna. Warna mobil Anda yang tadinya putih atau silver dikatakan dapat berubah menjadi kuning.

"Jadi ada pelanggan dari Cisalak Depok yang air rumahnya kuning, bertahun-tahun dipakai untuk cuci mobil, catnya lama-lama berubah dari putih jadi kekuningan," kata dia seperti dilansir situs resmi Toyota, Kamis, 18 Agustus 2016.

"Itu sama seperti waktu SD, kan banyak teman yang seragamnya jadi agak kuning, itu karena memang dari faktor air yang dipakai untuk cuci pakaiannya," tambahnya.

Air sumur yang kuning umumnya disebabkan karena air tersebut mengandung zat besi dan kadar mangan yang berlebihan. Molekulnya dapat menembus dan mengendap pada apa yang dikenainya, termasuk bodi kendaraan.

Jika cat mobil Anda sudah terlanjur kusam, hal yang dapat dilakukan pemilik mobil adalah memoles ulang cat. Ini juga berlaku untuk mobil yang catnya sudah kusam. "Kalau dipoles lagi, catnya seperti baru. Karena cat cerah lebih mudah terlihat kusam, maka sebaiknya poles ulang enam bulan sekali," kata dia.