Bukannya Mengkilap, Ini Akibat Buruk Jika Mobil Salah Poles

Poles mobil.
Sumber :
  • Foto: VIVAnews/Herdi Muhardi

VIVA.co.id – Tak sedikit di jalanan kita sering menemukan mobil dengan kondisi bodi yang mulus nan mengkilap. Padahal mobil tersebut bukanlah keluaran terbaru, dan sudah dipakai selama beberapa tahun. Hal itu menandakan si pemilik apik dalam merawat kendaraannya.

Perawatan yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari rajin menyingkirkan noda hingga kerap membawanya ke salon perawatan. Namun meski sudah coba dibawa ke salon perawatan, bukan berarti masalah dapat selesai, karena ada pula salon mobil yang salah dalam melakukan teknik pemolesan hingga menimbulkan hasil tak sempurna.

Jason Rose, Global Director of Training Rupes USA mengatakan, umumnya tiap salon mobil menggunakan dua alat berbeda untuk memoles bodi mobil, yakni mesin polisher dan roatry. Keduanya berbeda, roatry putarannya membentuk lingkaran utuh, sedangkan polisher membentuk angka delapan.

Keduanya memang sama-sama digunakan untuk menghilangkan baret-baret halus atau pemolesan bodi mobil sesudah proses pengecatan. Tetapi jika proses pemolesan salah, kedua alat ini akan menyebabkan bodi mobil jadi baret seperti sarang laba-laba atau timbul hologram.

“Mesin poles berputar pada satu titik, nah jika kecepatan pada saat berputar tidak rata akan terjadi lebih cepat di sisi bagian luar daripada yang dalamnya. Karena kecepatan berbeda ini terjadilah kontraidksi,” ujar Jason Rose di sela-sela pelatihan detailing, di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu 12 Juli 2017.

Lanjut dia, karena pada bagian dalam berputar lebih pelan, itu yang menimbulkan munculnya street mark atau sarang laba-laba, karena tidak ada kesamaan antara titik dalam dan luar. Kalau timbulnya hologram karena bantalan tidak bersih, dan itu sering terjadi pada alat roatry karena jarang dibersihkan.