Mobil Listrik Ini Bisa Dikendalikan Melalui Tablet Android

Mobil listrik Kaliurang UNISI.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rendra Saputra
VIVA.co.id - Ajang pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015, yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, rupanya dimanfaatkan sejumlah mahasiswa yang sedang menempuh studi di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, untuk memamerkan mobil listrik buatan mereka.

Mobil listrik ini diberi nama Kaliurang UNISI. Sejauh ini, mobil bertenaga listrik memang tengah jadi tren di sejumlah negara maju. Atas dasar itulah, para mahasiswa tersebut menyatakan akan mengembangkannya di Indonesia, berbekal ilmu yang mereka miliki.

Menurut Kristamayu, salah seorang penggawa tim mobil listrik tersebut, Kaliurang UNISI merupakan mobil yang menggabungkan tren yang tengah berkembang, yakni motor listrik dan sistem infotainment
digital.


"Mobil ini keistimewaannya adalah mampu dikendalikan dengan Android, namun bisa juga dikendarai manual. Meskipun terdengar sederhana, namun pada praktiknya tidak demikian. Android kami gunakan karena bisa menjadi otak dari beragam fungsi mobil," kata Kristamayu kepada
VIVA.co.id
, Rabu 19 Agustus 2015.


Modelnya bisa dikatakan mirip dengan Audi
Virtual Cockpit,
yang memanfaatkan panel layar TFT seluas 12,9 inci sebagai pengganti panel instrumen. Namun, mobil listrik Kaliurang UNISI memanfaatkan
tablet
Android yang diletakkan di lingkar kemudi, sebagai pengganti panel instrumen tradisional, dengan menampilkan kecepatan, putaran mesin serta jarak tempuh.


"Kecepatan maksimumnya 40 kilometer per jam. Tetapi kalau dioperasikan melalui Android, hanya 20 kilometer per jam, dengan alasan keamanan," kata dia.


Kristamayu menjelaskan,
tablet
Android ini juga berfungsi sebagai sistem
infotainment
yang komplet, meliputi sistem hiburan, navigasi dan komunikasi, lewat aplikasi-aplikasi hasil pengembangan mereka sendiri. Penggunaan aplikasi ini tentunya dapat terus dikembangkan, guna menambahkan fungsi-fungsi baru dari mobil listrik tersebut.


Soal profil, mobil ini memiliki panjang kerangka mencapai 1,9 meter, lebar 1,4 meter dan tinggi 1,2 meter. Motor listrik 1 kilo Watt yang ditenagai oleh baterai 12 volt dengan daya 45 Ampere hours, dipercaya sebagai sumber penggeraknya. Daya yang dihasilkan kemudian akan diteruskan menuju kedua roda belakang, yang mengadopsi sistem
electronic differential
, dimana masing-masing roda akan diberi jumlah torsi yang berbeda-beda.


Ketahanan mobil diklaim selama empat jam penggunaan. Untuk pengisian ulang baterai, waktu yang dibutuhkan cukup lama, yakni 8-10 jam.


"Roda-rodanya kita pakai dari motor Yamaha Mio,
shockbreaker
pakai YSS. Kalau
controller
, sepenuhnya kami yang buat sendiri. Di masa percobaan, sempat terbakar hingga 18 kali," katanya.


Terkait biaya, para mahasiswa yang kini menginjak semester tujuh ini mengaku hanya menghabiskan uang sekitar Rp50 juta. Sejumlah pameran dan kompetisi bergengsi pun pernah mereka ikuti. Terakhir, kompetisi di Poltek Bandung, November 2014 silam.


"Mobil ini memang kami buat bukan untuk kecepatan, tetapi mengandalkan teknologi. Ke depan, kami berusaha akan meriset motornya sendiri, karena sejauh ini kami masih pakai buatan China," jelasnya.