Akhyar Rival Bobby Nasution di Pilkada Medan Bikin Kontrak Buruh
- VIVA/Putra Nasution
Menyambut dukungan dari buruh, Calon Wali Kota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution mengatakan, secara pribadi dirinya tidak pernah menjabat atau ikut dalam organisasi buruh. Tapi orangtuanya adalah orang yang pernah berkecimpung dalam organisasi Serikat Pekerja Buruh Indonesia, waktu itu orangtuanya menjabat salah satu Ketua Basis di Kota Medan.
“Saat saya menjabat sebagai Wakil Wali Kota dan Plt Wali Kota program kemitraan sudah terjalin. Baik itu menyahuti aspirasi, sistem penetapan pengupahan buruh yang dilakukan dengan cara musyawarah dan pada September 2020 lalu sudah saya tandatangani penolakan pengesahan UU Omnibus Law. Jadi kita bertemu bukan karena Pilwakot Medan, melainkan kemitraan ini sudah berlangsung lama, jadi kemitraan kita ini bukan kemitraan sekali pukul,” katanya.
Dia menyampaikan, persaingan Pilwakot Medan ini sangat ketat, tapi hadirnya dukungan kawan-kawan buruh K-SPSI Kota Medan menjadi vitamin penyemangat untuk menang telak dalam persaingan ini.
“Bagi kami, kemenangan Akhyar-Salman ini adalah representatif masyarakat. Akhyar bukan tidak bisa cari toke, tapi tidak mau mencari toke, karena prinsipnya kalau Akhyar dapat toke, nanti kepemimpinan wali kota bisa diotak-atik oleh toke,” ucapnya.
Selain itu, Akhyar juga berpesan kepada para buruh Kota Medan untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 mendatang. Gunakan waktu sekitar 30 menit ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), coblos nomor 1 Akhyar-Salman.
“Karena kita butuh kemenangan telak, bila kemenangan tipis. Ia kalau wasitnya jujur, bila tidak jujur, maka sangat mudah di-sliding. Ayo kita ke TPS, ajak istri atau suami, anak dan tetangga serta kerabat untuk memilih Akhyar-Salman nomor 1. Jika nanti menang, maka kemenangan Akhyar-Salman adalah kemenangan rakyat Kota Medan,” kata Akhyar. (ren)