Viral 'Video Anak SMP Berubah Wujud Jadi Anjing di Lombok', Faktanya

Hoax anak SMP berubah jadi anjing di Lombok
Sumber :
  • cekfakta.com

VIVA – Beredar video dengan klaim adanya anak SMP yang berubah wujud menjadi anjing di Lombok.

Salah satu sumber klaim yang cukup ramai dibagikan adalah akun TikTok hello_mimoy (tiktok.com/@hello_mimoy), yang mengunggah video itu pada tanggal 14 Agustus 2020 dengan narasi “astagfirullah lagi rame di lombok, mau tau kelanjutannya ga ???”. Selain itu, di video terdapat narasi “Astagfirullah” dan “VIRAL DI LOMBOK ANAK SMP BERUBAH WUJUD MENJADI A*G”

Hasil Cek Fakta

Dilansir cekfakta.com, berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom, klaim adanya anak SMP yang berubah wujud menjadi anjing di Lombok adalah klaim yang salah.

Faktanya, polisi memastikan video yang beredar adalah hoaks. Polres Lombok Tengah menjelaskan seekor anjing dalam video itu benar-benar hewan, bukan jelmaan manusia, bukan jelmaan anak SMP.

Polisi menyebut penyebar isu ini sekadar mencari sensasi. Video ini berasal dari kawasan Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Enggak ada ilmu hitam. Itu mencari sensasi saja,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah (Loteng) AKP Priyono Suhartono saat dihubungi detikcom, Minggu, 16 Agustus 2020.

Dari hasil investigasi sementara pihak kepolisian, anjing yang diracun warga itu diduga bukan milik seseorang. Itu adalah anjing liar yang mudah dijumpai di Lombok.

“Itu anjing liar, banyak banget anjing liar memang,” kata Priyono.

Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, anjing malang itu diduga diracun oleh manusia. Itulah mengapa si anjing terlihat terbaring tanpa daya, nafasnya tersengal-sengal.

“Hasil penyelidikan polisi sementara ini, anjing tersebut diduga makan makanan yang mengandung racun, dan saat ini anjing tersebut sudah mati dan telah dikubur,” kata Artanto kepada detikcom.

Anjing itu juga diklaim diperlakukan manusia secara tidak manusiawi. Anjing itu dikabarkan dikubur hidup-hidup. Menurut polisi, informasi itu juga tidak benar. Faktanya, anjing ini baru dikubur setelah mati.

“Diracun dulu, katanya mati, habis itu baru dikubur,” kata Priyono.

Hingga saat ini, pihak kepolisian mencari pengunggah awal video tersebut.

Kesimpulan

Polisi memastikan video yang beredar adalah hoaks. Polres Lombok Tengah menjelaskan seekor anjing dalam video itu benar-benar hewan, bukan jelmaan manusia, bukan jelmaan anak SMP. Polisi menyebut penyebar isu ini sekadar mencari sensasi.