Maut di Beton Konstruksi
- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Selanjutnya, Kurangnya Pengawasan Secara Periodik
Kurangnya Pengawasan Secara Periodik
Seringnya kecelakaan konstruksi yang terjadi belakangan ini di Indonesia, disinyalir sejumlah pengamat terjadi karena kurangnya pengawasan. Baik itu pengawasan periodik secara internal maupun periodik secara eksternal termasuk dari asuransi.
Pengamat konstruksi, Hediyanto W Husaini, mengatakan kecelakaan kerja yang terus bergantian terjadi hingga saat ini harus segera disudahi dengan segera mengumumkan setiap laporan kejadian kecelakaan kerja kepada publik, dengan demikian akan menjadi sebuah pembelajaran agar tidak terulang kembali.
Selain itu, cara mengumumkan setiap laporan kecelakaan kerja kepada publik dapat menjadikan hal itu sebagai bentuk sosialisasi dan menjadikan masyarakat sebagai pengawas eksternal dalam setiap pekerjaan konstruksi di Tanah Air.
"Setelah masyarakat bisa ikut mengawasi, tentunya sanksi keras akibat kecelakaan tentu harus diterapkan dan tentunya terpublikasi. Terlebih akhir kejadian sering tidak diketahui rimbanya, baik sanksi dari asosiasi dan lembaga konstruksi tidak jelas," tegasnya kepada VIVA.
Hediyanto juga berharap, sanksi yang tepat bisa membuat efek jera terhadap seluruh pelaksana proyek konstruksi. "Kasihan kejadian berurutan tanpa efek jera. Asosiasi tenaga kerja konstruksi harus bersuara, mengenai jaminan keselamatan, agar tidak terulang," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Hutama Karya Suroto mengatakan, pihaknya akan menghentikan sementara pembangunan proyek rel Dwi Ganda Manggarai-Jatinegara.
"Ya sementara untuk pengerjaan ini kita hentikan dulu," kata Suroto. Ia menuturkan, dihentikannya proyek tersebut agar dapat dilakukan investigasi mendalam mengenai ambruknya launching girder tersebut.
Pihaknya bersama dengan Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja DKI, Komite Keselamatan Konstruksi dan Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub, akan membentuk tim untuk secara bersama-sama melakukan investigasi. (one)