Grab Ajak Uber Gempur Gojek

Gibran menyerahkan jas hujan kepada mitra Grabbike.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Fajar Sodiq.

Antara lain di China, Uber memiliki saham 20 persen di perusahaan Didi Chuxing dan Yandex. Sementara itu, di Taxi Rusia, Uber punya 36,6 persen saham. Konsesus yang diterima itu, tidak lain dengan syarat Uber hengkang berbisnis di negara-negara tersebut. 

Berikutnya, gempur Gojek>>>

Gempur Gojek

Dengan mundurnya Uber dari kompetisi di Asia Tenggara, rival utama Grab saat ini di kawasan tersebut adalah Gojek. Seberapa besar kah, nilai valuasi kedua perusahaan tersebut?

Mengutip dari CNBC, Senin, 26 Maret 2018, nilai valuasi Grab saat ini yang tercatat di Singapura, adalah senilai US$6 miliar (Rp81,3 triliun). Sementara itu, Gojek valuasinya mencapai US$1,8 miliar (Rp24,4 triliun). 

Sedangkan Uber, nilai perusahaan atau valuasi secara keseluruhan mencapai US$68 miliar atau Rp921,4 triliun. Namun, khusus untuk akusisi di Asia Tenggara, tidak dijabarkan secara detail. 

Secara angka, sangat jelas terlihat jika digabungkan valuasi Grab dan Uber jauh di atas Gojek. Lalu, apa yang membuat Grab tertarik caplok Uber? 

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengungkapkan, dengan akuisisi ini, peta industri Grab akan berubah. Grab akan bisa lebih maksimal dalam bisnis jasa kurir pengantar makanan. 

Apalagi, UberEats, aplikasi kurir makanan Uber, akan beralih ke Grab. Seperti diketahui, UberEats tenar di kawasan tersebut, meskipun saat ini di Indonesia masih belum populer. 

Peluncuran GrabPay

"Kini, dengan akusisi bisnis pengantaran makanan Uber, kami akan mengembangkan GrabFood dengan pesat," tegas Ridzki dikutip dari keterangan resminya. 

Dia pun menegaskan, Grab akan menggenjot kinerjanya di layanan antar makanan ini. Sehingga, bisa jadi pemain utama di kawasan khususnya Indonesia. 

"Kami akan membuka lebih banyak kesempatan kerja sebagai kurir pengantar," ungkapnya. 

Seperti diketahui, dari 640 juta orang di Asia Tenggara yang menjadi pasar bisnis ini, Indonesia merupakan pasar terbesar. Hal ini jelas menggiurkan bagi Grab. 

Saat ini, rival utamanya, Gojek, telah lebih unggul saat ini. Dengan layanan GoFood, Gojek menguasai pasar layanan pengantar makanan di berbagai kota di Indonesia. 

Ratu Belanda Maxima sedang kepo dengan layanan GoFood