Siap Siaga Tsunami Besar
- REUTERS
Widjo memaparkan, dari simulasi itu maka tsunami 57,1 meter akan sampai di Pandeglang dalam waktu 6 menit sejak terjadinya gempa. Daerah lainnya tsunami 39,4 meter dalam waktu 10 menit (Lebak Banten), tsunami 41,5 meter dalam waktu 12 menit (Sukabumi), tsunami 32,9 meter dalam waktu 16 menit (Cianjur), tsunami 30,1 meter dalam 15 menit (Garut) tsunami 28,2 meter dalam waktu 18 menit (Tasikmalaya) dan tsunami 39,8 meter dalam 16 menit (Ciamis).
"Hasil model adalah indikasi potensi tsunami. Perlu dilakukan simulasi dengan data yang lebih detail," ujar Widjo kepada VIVA, Kamis 5 April 2018.
Widjo menjelaskan, karakteristik tsunami beda tempat beda kondisi gelombang yang dihasilkan. Dia mengatakan, karakteristik tsunami tergantung pada beberapa hal. Pertama magnitude gempa yang dihasilkan, mekanisme sesar yang terjadi dan kondisi kedalaman air atau batimetrinya.
Jangan Panik
Potensi tsunami besar tersebut kemudian menyita perhatian publik setelah diberitakan. Meski hanya pemodelan, ada yang mengkhawatirkan masyarakat menelan mentah-mentah dan membuat panik.
Kepala BPPT, Unggul Priyanto menegaskan, potensi tsunami yang dipaparkan Widjo merupakan kajian pemodelan secara ilmiah. Dia meminta masyarakat tidak perlu galau dengan pemberitaan yang sensasional dan kurang lengkap.
Unggul mengatakan, belum tentu potensi tsunami yang disampaikan Widjo akan benar-benar terjadi. Dan kalau pun terjadi, kemungkinan masih dalam waktu yang lama.
Apalagi, kata Unggul, data yang dipakai dalam pemodelan Widjo adalah data batimetri sekunder, bukan data primer.
"Hal tersebut masih harus didalami lebih lanjut. Jadi belum bisa dijustifikasi pasti akan terjadi seperti itu. Hal ini pun disampaikan dalam pertemuan ilmiah untuk mencari langkah mitigasi terbaik dalam menghadapi bencana tsunami,” jelasnya.
Terkait dengan hasil kajian awal potensi tsunami di Jawa Bagian Barat yang telah disampaikan di atas, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa kajian dengan menggunakan data yang lebih akurat. Meskipun ini adalah hasil kajian awal, tetapi telah mengindikasikan adanya potensi ancaman tsunami yang besar di sepanjang pantai Jawa Bagian Barat.
Untuk itu, Unggul menekankan, masyarakat untuk tidak cepat panik. Pemodelan tersebut masih bersifat potensi, belum tentu terjadi. Dia mengatakan tidak ada yang bisa menentukan kapan gempa dan tsunami terjadi.