Ujian Nasional Terusik Server

Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sementara itu, akun @Meirissakusnadi menanyakan solusi kepada Kemendikbud. Dia menulis: "UNBK hari pertama malah OFFLINE hampir 30 menit, bagaimana solusinya @Itjen_Kemdikbud hampir di semua sekolah di berbagai daerah lho.."


Keluhan Matematika

Cuitan terkait ujian nasional bukan kali ini saja terjadi. Para peserta UNBK tingkat SMA sempat mengeluhkan sulitnya soal Matematika. Ujian nasional untuk SMA digelar pada 9-12 April 2018. Usai ujian, Instagram @kemdikbud.ri, dan @pustektekkom_kemdikbud ramai diwarnai keluhan.

Mereka mengeluhkan soal ujian yang justru belum pernah dipelajari di sekolah. Di antara netizen menulis, “Dan utk pertama kalinya kami semua satu ruang ujian melog-out di menit terakhir, dgn waktu yg cukup singkat dan soal yg cukup rumit ini seperti tidak adil, krn kami seperti memasak apa yg kami sendiri tidak pernah tahu bahannya,” kata akun ajengshwa@xcl.nt

Ada juga yang menyampaikan keluhannya dengan tulisan yang menggelitik pembaca. Di antaranya, "Pak tadi saya ke sekolah niatnya mau ngerjain soal mtk, kok malah jadi soal mtk yang ngerjain saya?" kata akun @emilfhanif.

Berbagai komentar para netizen direspons oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Menurut dia, soal-soal UN yang menuntut penalaran sudah harus diperkenalkan kepada para peserta didik. Soal penalaran tersebut hanya sekitar 10 persen dari total semuanya. 

“Ini dilakukan sebagai ikhtiar untuk menyesuaikan secara bertahap standar kita dengan internasional, antara lain seperti standar Program for International Student Assessment (PISA),” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta yang dikutip, Rabu, 18 April 2018. 

Soal UN tahun 2018 dikembangkan berdasarkan kisi-kisi yang disusun oleh Kemendikbud, dengan melibatkan guru. Kisi-kisi tersebut telah dibuat sesuai kompetensi dasar yang harus diajarkan oleh guru, sebagaimana dijabarkan dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, dan dituangkan dalam buku mata pelajaran.

Senada dengan Menteri Muhadjir. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemdikbud Muhamad Abduh menegaskan, soal yang diujikan untuk siswa telah sesuai dengan yang mereka pelajari sebelumnya. "Dari perspektif kami, soal-soal itu yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan," katanya.