Horor Berdarah di Jalan Tol
- Pixabay
"Kecepatan yang saya pacu diperkirakan seratus kilometer per jam. Tapi secara tiba-tiba, ada benturan keras di depan kaca.” ujar pengemudi, Dicky.
Kasus terbaru menimpa seorang perwira TNI yang melintas di kawasan Jalan Tol Jagorawi. Toyota Fortuner berkelir hitam yang dikemudikan sopirnya dihujani batu di bawah jembatan pintu keluar Tol Cibubur, Kecamatan Cimanggis, Depok, Senin 11 Juni 2018.
Pengamanan JPO
Kasus pelemparan batu yang ditujukan ke kendaraan di jalan tol sejatinya bukan hal baru. Pada Minggu 18 Oktober 2015, Sekelompok pemuda melempari mobil pelat D di Jatiwaringin, Jakarta Timur, dengan batu.
Setelah itu, massa mengalihkan serangan ke mobil dinas kapolres Metro Jakarta Timur yang tengah mengamankan lokasi. Diduga kuat, penyerangan ini terkait laga final Piala Presiden antara Persib dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Sehari sebelumnya, pelemparan juga terjadi di Tol Jagorawi, sekitar pukul 16.00 WIB. Bus Angkatan Laut dilempari batu oleh sekelompok orang. Lemparan itu lalu mengenai sang sopir, Peltu Bambang S.
Maraknya aksi tersebut membuat Polri turun tangan. Guna mencegah hal ini terjadi, Polri akan melakukan pengamanan dan patroli di setiap JPO yang ada.
"Nanti kami akan ingatkan di wilayah yang tolnya ada JPO untuk melakukan patroli dan pengamanan yang lebih ketat," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 8 Juni 2018.
Dia berharap, ada kamera CCTV untuk mengungkap kasus ini. Namun, ia belum mengetahui apakah ada CCTV di lokasi tersebut. "Sebaiknya ada CCTV, karena itu penting,” tuturnya.
Direktur Pembinaan Keselamatan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani meminta pengelola tol untuk memasang kamera CCTV pada setiap JPO yang ada di ruas jalan tol.
Adanya CCTV diharapkan dapat mempermudah mengetahui, siapa orang-orang jahil yang melakukan hal tersebut.
Terkait pelemparan mobil di Tol Jagorawi, polisi akhirnya meringkus terduga pelaku. Ada dua terduga pelaku yang diamankan atas kasus ini.
Mereka masing-masing berinisial TZ (16 tahun) dan Hn (14 tahun). Keduanya diketahui berdomisili di wilayah Cilangkap dan Cipayung Jakarta Timur.