Meluruskan Jalan Selebgram

Selebgram Awkarin endorse pembesar payudara
Sumber :
  • Screenshot @awkarin

"Selama ini BPOM fungsinya sebagai delegasi. Makanya, kita mau perkuat dengan UU ini," jelas Okky. 

Ia juga meminta agar BPOM memanggil selebgram yang mempromosikan obat-obatan untuk diedukasi, tentang produk apa saja yang harus dan layak dipromosikan.

 Menurutnya Donny BU, fenomena selebgram meng-endorse bukan hal yang aneh, sebab saat ini sudah menjadi tren baru. Malah bagi Donny, aksi promosi selebgram merupakan hal yang bagus-bagus saja sepanjang tidak mempromosikan produk yang melanggar undang-undang. 

Donny mengingatkan, selebgram seharusnya selektif memilih produk. Jika menjual alat kesehatan, maka harus  dicek ke tata niaga alat kesehatan dan sampai ke Kementerian Kesehatan. 

"Karena bisa jadi ada alat-alat kesehatan yang memang bisa dijual bebas. Lain halnya jika berefek pada kesehatan. Kalau obat pemutih sudah ada izin Kemenkes, boleh dong? Lalu alat pembesar payudara, tak ada yang melarang, setahu saya," katanya.

Bijak bermedia sosial

Mabes polisi turut mengimbau kepada masyarakat agar melek informasi. Masyakarat harus bijak menggunakan media sosial, baik Instagram, Facebook, Twitter dan sejenisnya.

Menurutnya jika ada suatu penawaran produk sesuatu, masyarakat diminta tak langsung percaya dan mencobanya. 

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, mengatakan ia berharap masyarakat lebih cerdas dan lebih bijaksana menggunakan media sosial. Langkah tersebut, kata Setyo, untuk mencegah dampak buruk konsumen yang menggunakan produk.  

"Jangan terpancing dan tergesa-gesa, karena nanti dampaknya pasti merepotkan diri sendiri," jelas Setyo. 

Okky sepakat dengan hal tersebut, dan mengimbau selebgram untuk selektif dan tidak mengejar pendapatan yang diterima setelah mempromosikan produk. Sebaiknya BPOM menggandeng selebgram. 

"Jangan tergiur uang banyak terus semua produk obat di-endorse. Itu tidak mendidik. Harus ada batasan. Saya minta BPOM mengedukasi dan mensosialisasi mereka," tegas dia.