Silat Lidah WhatsApp

WhatsApp dan Facebook.
Sumber :
  • REUTERS/Mal Langsdon

"WhatsApp memang menawarkan enkripsi end-to-end untuk layanan chat dan telepon. Tapi, enkripsi itu tidak akan berlaku ketika sudah tersimpan di Google Drive," jelas Pratama kepada VIVA.

Ia juga menjelaskan kalau WhatsApp sudah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa aturan tersebut memang sudah berlaku jauh sebelum adanya kerja sama Facebook dan Google.

"Artinya, apabila pengguna sudah melakukan backup data WhatsApp ke Google Drive, baik secara manual maupun otomatis, maka data yang tersimpan sudah di luar perlindungan enkripsi end-to-end," tutur dia.

Google Driver bisa diretas

Mengenai kekhawatiran adanya ancaman hacker terhadap data yang sudah di-backup, Pratama menegaskan jika hal itu kembali lagi ke pihak Google selaku penyedia layanan server. Sebab, menyangkut kredibilitas dan nama baik raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

Senada dengan Alfon Tanujaya, menurut Pratama, pengguna yang teledor membuat password atau bahkan memberikan password pada orang lain, tentu akan mudah diretas. Namun, ia mengaku jika meretas Google Drive tidaklah sulit, kecuali meretas server Google secara langsung. Karena, Google Drive masih melekat pada Gmail pengguna.

"Agar tidak mudah diretas maka pengguna harus mengaktifkan dua langkah authentication. Ada di bagian setting akun, lalu masuk ke keamanan. Nanti, pengguna akan diminta untuk memasukkan nomor ponsel. Jadi, kalau ada akses asing dari gadget baru maka harus memasukkan beberapa digit angka yang dikirim Google ke nomor ponsel kita," ia menegaskan.

Pratama menambahkan, bagi pengguna yang tidak yakin terhadap perlindungan server Google, ia menyarankan untuk menyimpan data chat, foto, dan gambar secara manual ke penyimpanan pribadi seperti hard disk.

"Kalau masalah keamanan itu relatif. Tergantung orang dan penyedia masing-masing layanan. Sebenarnya dengan reputasi Google selama ini, Google Drive jelas lebih aman dan lebih praktis tentunya," papar dia.

Sebelumnya, isu WhatsApp bisa dibobol mencuat di awal tahun ini, khususnya kerentanan yang terjadi pada WhatsApp group. Di mana pengguna tak sadar kalau WhatsApp group bisa menjadi mata-mata.

Peneliti keamanan dengan mudahnya memanen ‘harta karun’ data di WhatsApp group begitu mudahnya. Mirisnya lagi, untuk bisa memanen data WhatsApp group, bisa menggunakan perangkat mobile lama.