Jalan Emas Gamer Indonesia
- ANTARA FOTO/INASGOC/Ady Sesotya
Selain itu, akses terhadap peralatan eletronik atau sarana bermain game, mudah didapat. "Jadi menurut saya ini adalah hal yang sangat bisa diprediksi bahwa Indonesia memiliki para gamer kelas dunia," katanya dalam sambungan telepon pada VIVA, 29 Agustus 2018.
Senada dengan pernyataan Ricky, survei yang dari laman Newzoo menemukan, untuk pasar Indonesia jumlah penggemar esport tahun 2018 ini mencapai 2,7 juta orang. Sedangkan jumlah pengguna game berbasis ponsel pintar diprediksi mencapai 54,5 juta.
Data Consumer Insights Gamers 2016 Newzoo juga mencatat, Indonesia cukup diperhitungkan dalam pasar gim internasional. Newzoo merilis, 61 persen pemain gim di Indonesia, memainkan game di PC/laptop dan mobile minimal sebulan sekali. Ada 46 persen pemain gim Indonesia yang asyik bermain di PC/laptop dan mobile secara reguler.
Jumlah penggemar esport di Indonesia pun naik signifikan dari 2016. Dua tahun lalu, Newzoo mencatat, jumlahnya 2 juta orang dengan prediksi pertumbuhan 3,1 persen antara 2015 sampai 2019.
Dari sisi pasar gim mobile, Indonesia unggul dari negara Asia Tenggara lainnya. Survei Global Games Marker Report yang dilakukan Newzoo menunjukkan, ada 142 pemain gim mobile di Asia Tenggara, yang menghasilkan pendapatan US$1,4 miliar pada 2016.
Sementara itu dari segi keahlian, skill gamer Indonesia tak perlu diragukan lagi. Salah seorang gamer sekaligus YouTuber, Musthofa Nabhan, menyebutkan bukti bahwa banyak gamer luar negeri yang belajar strategi esport dari channel YouTube gamer Indonesia.
"Benar, gamer kita tak kalah dari gamer asing. Buktinya banyak dari mancanegara belajar nge-game di channel YouTuber Indonesia," kata Nabhan pada VIVA, 29 Agustus 2018.
Selain dilombakan seperti di ajang Asian Games 2018, pemain esport biasanya juga menayangkan video permainannya di akun YouTube. Tujuannya tentu saja untuk memperoleh monetisasi dari banyaknya penonton.
Keuntungan finansial dari esport bisa juga dari menjual karakter gim. Untuk yang satu ini, Nabhan biasa mengantongi Rp2 juta, harga satu karakter.
Prospek cerah esport di Indonesia
Di kalangan milenial yang cenderung memiliki keakraban dengan teknologi, gim online atau esport bisa jadi dianggap lumrah.
Sebelum mendapat tempat di cabang olahraga di Asian Games, esport sudah lebih dulu mengukuhkan eksistensinya bukan hanya sebatas sarana hobi yang menghibur, tapi juga bisa mengantarkan gamer memperoleh penghasilan.