Facebook Tutup Pintu Hoax

Media sosial Facebook.
Sumber :
  • REUTERS/Eric Gaillard

Langkah kedua, begitu mendapatkan hasil rating dari pengecek fakta, Facebook kembali pakai teknologi untuk menemukan duplikasi konten. Yang sudah dilakukan, Facebook akan menggunakan hasil ulasan pengecek fakta itu untuk menemukan berapa link dan domain yang menyebarkan klaim kontan yang sama. 

"Nah kami akan mengaplikasikan teknologi yang sama untuk mengidentifikasi duplikasi foto dan video yang telah dibantah olah pengecek fakta. Jadi kami bisa memanfaatkan setiap peringkat dari mitra kami," ujar Lyons. 

Ilustrasi skema identifikasi duplikasi foto dan video yang misinformasi

Pada langkah pertama menggunakan teknologi, Facebook akan melihat komentar dan laporan dari pengguna. Misalnya apakah ada pengguna yang menyangsikan dengan konten foto atau video. Selain komentar, Facebook juga menganalisis apakah Halaman yang membagikan konten punya riwayat membagikan konten palsu sesuai data pengecek fakta mereka atau tidak.

Tiga kategori

Berdasarkan pengalaman Facebook selama ini, setidaknya media sosial itu membagikan informasi yang salah pada foto dan video dalam tiga kategori yakni manipulasi, out of context, dan teks atau klaim audio. 

Untuk kategori manipuasi, Lyons menjelaskan, misalnya kamu berfoto dengan memegang sebuah benda, namun kemudian dimanipulasi kamu memegang benda lain. Sedangkan out of context maksudnya foto atau video pada kejadian di masa lalu dipakai untuk kejadian dan lokasi berbeda. 

Dan kategori klaim audio atau teks, maksudnya teks atau audio yang bukan sebenarnya, tapi ditempelkan pada konten lain untuk menciptakan sebuah informasi menyesatkan. 

Untuk mendeteksi manipulasi, Facebook akan memindai Facebook Stories dan menganalisisnya apakah ada manipulasi atau tidak. Jika tak bisa menemukan, maka Facebook akan meminta bantuan tim pengecek fakta. 

Sedangkan dalam mendeteksi kategori out of context, Facebook mengakui harus dengan bantuan ulasan tim pengecek fakta. Nah untuk mendeteksi klaim teks atau audio, Facebook mengandalkan teknologi OCR atau transkripsi audio.

Tiga jenis misinformasi dari foto dan video

Jika klaim yang dibuat pada foto dan video cocok dengan yang telah dibantah pengecek fakta, maka kami akan menyerahkan ke tim pengecek sehingga mereka bisa memverifikasi klaim tersebut.