Mengunjungi 'Saudara' Bumi
- www.phl.upr.edu
Belakangan ini memang ada inisiatif untuk menjelajahi area luar angkasa lebih luas melalui program Breakthrough Starshot, yang ingin menargetkan bintang tetangga Proxima Centauri, Alpha Centauri yang jaraknya 4,37 tahun cahaya dari Bumi. Program yang disokong oleh fisikawan Stephen Hawking, pendiri Facebook Mark Zuckerberg dan miliuner asal Rusia Yuri Milner itu mengandalkan wahana bernama StarChip.
"Program ini mengklaim mereka akan membuat wahana yang bergerak dengan kecepatan 20 persen dari kecepatan cahaya. Dan untuk itu, butuh 20 tahun atau lebih untuk bisa tiba di Proxima Centauri!" tulis Avivah. Dengan demikian mimpi untuk sampai ke planet saudara Bumi ini masih jauh harus dipenuhi.
Dengan kemampuan itu saja, jika wahana StarChip sudah sampai di Proxima, butuh waktu setidaknya empat tahun untuk sekadar mengirimkan kembali pesan ke Bumi.
Tantangan berat
Kepala Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengakui memang sebuah tantangan besar untuk bisa mengirimkan misi ke planet saudara Bumi tersebut.
Menurutnya, tantangan pertama adalah memastikan apakah sebuah planet itu laik huni atau tidak. Untuk ini, syarat yang harus dipenuhi salah satunya dari taksiran parameter suhunya.
"Taksiran parameter suhunya yang memungkinkan air dalam kondisi cair, bukan uap atau es. Perlu dibuktikan dulu adanya daratan, air, dan oksigen," jelasnya.
Dengan jarak yang jauh sekali, untuk mencapai planet laik huni tersebut memang yang realistis untuk saat ini adalah mengirimkan misi robotik dahulu. Jenis misi ini memang umum dilakukan dalam misi luar angkasa. Lihat saja untuk mengeksplorasi Planet Mars yang jaraknya 3,1 menit cahaya saja masih harus meminta bantuan misi robotik.
"Wajar diusulkan misi robotik untuk menelitinya," tuturnya.
Tantangan selanjutnya yang membuat ilmuwan berpikir keras adalah bagaimana mengirimkan misi robotik ke planet saudara Bumi tersebut.
Dengan jarak yang mencapai 40,2 triliun kilometer, pengiriman misi ke Proxima b mesti benar-benar matang, menghitung segala hal. Sebab misi ini tak bisa main-main, biaya besar dan upaya yang sangat menyita energi.
Thomas mengatakan, untuk pengiriman misi robotik ke planet saudara Bumi ini butuh bahan bakar yang cukup untuk keluar dari Tata Surya. Salah satu solusi yang bisa dipakai untuk memastikan wahana bisa tahan keluar dari Tata Surya yakni harus memakai reaktor nuklir mini.