Mengantisipasi Ancaman Tsunami
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Selain Jateng, dia juga menyebut sepanjang pantai barat Sumatera, selatan Nusa Tenggara, utara Nusa Tenggara, kemudian di utara Papua, pantai timur Manado dan Maluku serta pulau-pulau kecil di Kepulauan Ambon juga masuk daerah rawan gempa.
"Kondisi ini abadi ya, kita ada di zona tumbukan lempeng, sudah takdir alam," kata Daryono, Kamis, 4 Oktober 2018.
Oleh karena itu, kata dia, mau tidak mau, suka tidak suka, bangsa ini harus tahu diri. Mereka harus bisa hidup secara harmoni dengan alam.
"Seperti apa, karena sering terjadi gempa, maka bangun rumah yang tahan gempa. Agar tidak ambruk bangunnya yang kuat, semen jangan diirit-irit," kata dia lagi.
Daryono menuturkan, bila bangunan kuat, kemungkinan ketika terjadi gempa bisa bertahan dan hanya retak. Yang terpenting adalah bisa menghindari jatuhnya korban. Selain soal bangunan, dia mengatakan, masyarakat harus tahu kiat-kiat menghadapi gempa.
"Jika di dalam rumah, terjadi gempa kuat, jalannya sudah sempoyongan, jangan lanjutkan lari, berhenti. Cari perlindungan di sana, entah kursi, meja, amben. Jangan terobos karena bisa kena bangunan rumah yang ambruk," kata dia.
Bila di dalam gedung, Daryono mewanti-wanti agar masyarakat tetap tenang, tidak boleh berlindung di bawah tangga. Lalu, jika ada di lantai 4, jangan melompat, tapi bertahan dalam ruangan itu.
"Sikap tenang membuat kita lebih aman. Warga juga bisa memikirkan agar bangunannya aman, maka membangun dengan menggunakan bambu atau kayu yang didesain menarik," ujarnya.
Selain itu, Daryono mengimbau pemerintah harus serius dalam memperhatikan mitigasi bencana, misalnya menjalankan program pelatihan, serta penyadaran terhadap masyarakat dalam menghadapi bencana.
Bagi masyarakat yang ada di pesisir, jangan santai-santai saja. Mereka harus sadar bahwa mereka hidup di tengah ancaman bencana, di negeri yang rawan terjadi bencana.
"Harus melakukan edukasi, latihan, dan menerapkan evakuasi mandiri. Menjadikan mitigasi bencana sebagai gaya hidup," katanya.
Terkait bagaimana menghadapi tsunami, khususnya bagi mereka yang tinggal di dekat pantai, satu yang utama menurut Daryono adalah dengan menjadikan gempa sebagai peringatan dini. Setiap gempa melanda, baik besar atau tidak, masyarakat harus ‘menganggap’ potensi tsunami kemungkinan besar terjadi tanpa menunggu pengumuman dari instansi berwenang.