Kodrat Tumbang Motor Bebek
- Dokumentasi Astra Honda Motor (AHM)
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan di beberapa kota besar motor bebek tak selaris motor matik. Namun di daerah, masih ada peminat motor bebek. "Untuk di daerah-daerah bebek masih punya kontribusi," kata Sigit.
Ada faktor yang membuat motor bebek masih diminati, yakni faktor infrastruktur yang masih memungkinkan untuk menggunakan motor bebek. Di daerah dengan geografis pegunungan atau perkebunan, motor jenis bebek masih sangat kompatibel menjawab kebutuhan masyarakatnya.
Sebagai contoh, wilayah Kalimantan dan Sumatera. Motor bebek masih cukup diminati. Berbeda dengan Pulau Jawa yang infratrukturnya sudah cukup memadai.
"Motor bebek tak bakal serta merta akan hilang. Tetap masih ada, cuma terjadi pergeseran saja di kota besar. Di kota-kota besar bergeser ke motor matik," ujar Sigit.
Sementara itu Direktur Keuangan PT AHM Erik Sadikin juga mengatakan, walau motor bebek makin jarang dipilih sebagai kendaraan harian masyarakat Indonesia, pasar motor ini akan tetap ada.
Pihaknya memprediksi pasar motor bebek tidak bakal mengalami peningkatan alias stagnan. Kebutuhan datang dari para konsumen di daerah dan pebisnis yang membutuhkan armada untuk mengantar barang.
"Untuk motor cub (bebek) pasarnya masih akan stagnan. Tetap ada kebutuhan untuk segmen cub ini tapi lebih ke yang fungsional, misalnya untuk delivery, yang sifatnya bukan untuk lifestyle," terang Erik.
Berdasarkan data AISI, motor-motor bebek yang masih dipasarkan hingga kini yakni Honda Revo X FI, Blade 125 FI R, Supra X 125 Helm-in, Supra X 125 FI, Supra GTR 150, Sonic 150R. Untuk Yamaha, yakni Jupiter Z, Vega Force, dan MX King. Dan dari Suzuki, ada Smash dan Satria FU. (hd)