Gaduh Bocornya Data Pribadi Pengguna Google
- TripSavvy
"Ini sebenarnya sudah banyak terjadi pada banyak aplikasi dan website. Tapi menjadi ramai diperbincangkan, karena yang mengalaminya Facebook dan Google," kata Chairman Communication and Information System Security Research Center, Pratama Persadha kepada VIVA, Selasa malam, 11 Desember 2018.
Menurutnya, bug menyebabkan semakin banyak data dan informasi sensitif terbuka untuk publik. Oleh karena itu, bug menjadi 'kerikil tajam' bagi masalah pemrograman, termasuk pada sebuah website atau aplikasi yang sudah jadi.
"Bug ini membuat pengakses internet menjadi sulit. Alasannya, karena bisa gagal posting dan aplikasi atau website sering error. Prinsip untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan pengecekan terus-menerus. Ini dilakukan supaya bug yang ada bisa disterilisasi," jelas Pratama.
Ia juga menyarankan atas masalah itu internal developer atau pihak ketiga harus melakukan digital forensik. "Fungsinya jelas mengetahui kekurangan. Dalam banyak kasus, bug menjadi aib bagi sebuah produk," katanya.
Digital forensik membantu untuk mengetahui ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Jejaring sosial milik Mark Zuckerberg ini beberapa bulan lalu menemukan bug pada fitur View As.
Sedikit informasi, pada awal Oktober lalu, Facebook mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bug keamanan yang bisa saja mempengaruhi hampir 50 juta pengguna Facebook. Bug tersebut dapat dimanfaatkan para hacker untuk meretas akun Facebook dengan cukup mudah.
Bug itu sendiri ditemukan Facebook pada fitur View As, yang memungkinkan pengguna untuk melihat seperti apa profil mereka saat dilihat oleh pengguna lainnya.
Sedangkan, masalah paling baru pada Google Plus selama beberapa bulan terakhir mereka harus menghadapi bug yang mengekspos data pribadi pengguna. Salah satu yang dilakukan Google untuk mengatasi celah keamanan dengan mengadakan sayembara. Hal ini juga dimaksudkan untuk melihat respons dari pihak ketiga.
"Daripada menjadi peretas, Google menawarkan sejumlah uang untuk yang berhasil menemukan kelemahan pada sistem mereka," ujar dia. Pratama juga mengingatkan bahwa pemerintah jangan abai terhadap masalah ini. Keamanan di dunia maya harus menjadi prioritas saat ini.