Imlek dan Toleransi Beragama

sorot imlek tionghoa budaya china
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Bima Arya tak sependapat bila BSF bisa melunturkan akidah umat Islam. Menurutnya, akidah seseorang tidak bisa dinilai akan berkurang atau luntur hanya sebuah perayaan kebudayaan.

"Kalau ada pernyataan bahwa kegiatan ini berdampak kepada akidah, izinkan saya untuk menyampaikan suatu pandangan bahwa hal itu terlalu menyederhanakan keyakinan kita. Terlalu sempit rasanya ketika kehadiran dikaitkan dengan akidah. Insya Allah akidah kita kepada agama yang kita anut tidak akan luntur," katanya.

Bima juga menyebut bahwa BSF dari tahun ke tahun selalu dihadiri tokoh-tokoh nasional. "Apakah akidah seorang Ahmad Heryawan luntur ketika menghadiri BSF ini setiap tahun? Apakah akidah Presiden Jokowi luntur ketika ikut merayakan keberagaman budaya di Indonesia? BSF juga pernah dihadiri Menteri Pariwisata, Menteri Agama dan sejumlah tokoh lainnya," tutur Bima.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh pun sependapat dengan pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya mengenai aksi budaya Bogor Street Festival 2019. Ia sepakat bahwa Bogor Street bukan milik agama atau etnis tertentu, hanya saja momennya bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh.

Terkait pernyataan Forum Muslim Bogor tentang kegiatan Cap Go Meh yang dikemas sebagai acara Bogor Street Festival, dia menilai sudah melewati batas dan menimbulkan keresahan. Apa yang disampaikan FMB, lanjutnya, menjadi ancaman yang dapat mengoyak kebersamaan, kerukunan antar etnis dan agama di Kota Bogor yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

Sedangkan, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan pesta rakyat perayaan Imlek akan tetap digelar. Dia menyampaikan para pihak yang semula menolak sudah mendapatkan arahan dari Polresta Pontianak.

"Pihak kepolisian yang paling paham terhadap adanya kemungkinan gangguan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat)," kata Edi, seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Edi menilai penolakan yang diutarakan dua organisasi massa pada November tahun lalu, cuma riak-riak saja dan memastikan penentangan itu sudah ditangani. Dia menyatakan perayaan kebudayaan ini menciptakan efek domino di Kota Pontianak, para pelaku ekonomi mikro dan menengah juga ikut mendulang keuntungan ekonomi.