Dirundung Gempa Bumi Beruntun, Ada Apa?
- ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Di era informasi yang serba cepat, ketika konten apa pun bisa beredar secara leluasa melalui internet, sikap skeptis seperti Daryono tak ada salahnya menjadi benteng pertahanan kita. Tidak mudah percaya, tidak menelan suatu informasi mentah-mentah, adalah bentuk kehati-hatian terhadap jerat kebohongan yang saat ini marak digulirkan di dunia maya.
Tak hanya soal video ikan terdampar ini, tapi juga semua informasi, termasuk peringatan bencana gempa bumi, tsunami, dan segala yang berkaitan dengannya. Pastikan tidak ada ruang bagi sindikat penyebar hoax untuk menjadikan kita korban, dengan memiliki pola pikir kritis, mengedepankan bukti empiris dan berpedoman pada cara-cara ilmiah.
Seperti kata Daryono, "Fenomena awan gempa, ikan muncul, ikan mati terdampar, purnama menyebabkan gempa, saya melihatnya sebagai sebuah spekulasi, jadi enggak pernah percaya seperti itu karena bukti empirisnya tidak ada." (ase)