Bayang-bayang Tsunami 20 Meter

Warga berjalan di dekat rambu peringatan bencana tsunami.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Kemungkinan lebih besar dari Sesar Baribis, membujur di Majalengka, Kuningan dan seterusnya ke Barat-Timur. "Jakarta itu, ada jarum satu saja ributnya minta ampun," ujarnya. Kendati demikian, Mbah Rono menegaskan cerita gempa Megathrust ini menjadi CLBK yang cengeng karena berulang-ulang tanpa tindakan nyata.

Menurut Subardjo dari Ikatan Alumni Akademi Metereologi dan Geofisika (IKAMEGA), ancaman gempa besar itu potensinya sudah lama muncul. Ia bersama dengan tim dari Jepang sudah melakukan penelitian soal ancaman megathrust sejak 1986.

"Tahun 1986, kami melakukan penelitian geofisika selama 40 hari di selatan Jawa, menyusuri Lautan Hindia dari Jawa sampai Bali, dan memasang alat seismograf juga," tuturnya.

Subardjo mengatakan, ada dua ancaman Megathrust yang perlu diwaspadai, yaitu Megathrust Jawa Barat dan Jawa Tengah, dan Megathrust Selat Sunda. "Keduanya memiliki potensi magnitude 8,7. Dan, selama 30 tahun ahli dari Jepang meneliti itu," ujarnya.

20-20-20

Pada kesempatan terpisah, Pelaksana Harian Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengimbau warga untuk tidak panik, tapi tetap siaga untuk menghadapi gempa besar.

Ia menyebut warga harus tahu jalur evakuasi di wilayahnya juga barang-barang apa yang harus mereka bawa kala bencana terjadi. "Bangunan juga disiapkan. Jangan sampai kalau kena gempa ambruk. Paling aman pakai kayu atau pake struktur beton yang tahan gempa," ujarnya.

Agus juga meminta warga menerapkan prinsip 20-20-20, yakni jika warga merasakan gempa selama 20 detik, warga harus segera evakuasi dalam waktu 20 menit, ke bangunan yang ketinggiannya minimal 20 meter.

Saat ini, BNPB tengah melaksanakan kegiatan Desa Tangguh Bencana (Ekspedisi Destana) pada lebih dari 500 desa sepanjang Pantai Selatan Jawa. Program yang berlangsung hingga 16 Agustus itu ditujukan untuk mempersiapkan warga untuk menghadapi tsunami. Program serupa akan dilaksanakan di luar Pulau Jawa tahun depan. (hd)