Massa yang Marah dan Aparat yang Lelah

Polisi memukuli mahasiswa saat bentrok di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Hingga pukul 22.00 WIB, petugas Kepolisian dari Polda Metro Jaya sudah mengamankan 570 anak sekolah. Tak hanya dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), namun banyak juga anak-anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka diamankan karena ikut aksi, dan ada juga yang baru mau bergabung ikut aksi. Sebagian besar sudah dijemput orangtuanya, dan sebagian diantaranya masih dalam pemeriksaan polisi. 

Aksi unjuk rasa siswa SMK

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan anak-anak tersebut diamankan karena mereka tak mengantongi izin aksi. Tak ada surat pemberitahuan yang bisa mereka berikan pada Kepolisian. “Hari ini tidak ada surat pemberitahuan untuk demo. Jadi kita amankan di sini.Ya yang diamankan 570 pelajar," kata Argo. Ia juga menambahkan, banyak di antara mereka tak paham mengapa ikut berdemo. Sebagian besar mengaku hanya ikut-ikutan. 

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir yang juga sempat melakukan sweeping mengatakan, pelajar yang diamankan mengaku hanya ikut-ikutan. Mereka juga membawa selebaran bergambar kelamin yang diakui dibuat untuk atribut demo.

"Dari semua yang saya lakukan interogasi tidak ada yang bisa menjawab untuk apa datang. Alasannya ikut-ikutan," kata Nasir.

Di Depok, 32 pelajar diamankan petugas saat tengah bergerombol menunggu tumpangan truk di kawasan Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, pada Rabu sore,  25 September 2019. Mereka hendak bergabung bersama sejumlah pelajar lainnya untuk berdemonstrasi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta. Seruan atas aksi tersebut tersebar luas melalui media sosial di kalangan pelajar, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Seorang pelajar Depok yang ditemui saat diamankan aparat membenarkannya. “Saya tahu itu (seruan demo). Saya lihat di status teman-teman pada pasang kayak begitu,” katanya. 

Saat disinggung apa tuntutan demonstrasi ataupun latar belakang aksi tersebut, dia mengaku tidak tahu-menahu. “Saya cuma ikut-ikutan, diajak doang,” ujarnya.

Demo Berujung Bentrok

Demo mahasiswa yang tersebar dan dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia nyaris semuanya berujung bentrokan dengan aparat. Salah satu korban bentrokan antara mahasiswa dan polisi di gedung DPR/MPR Jakarta adalah Faisal Amir, mahasiswa dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI). Faisal Amir sempat dikabarkan tewas, namun belakangan diralat. Ia diberitakan dirawat di ruang ICU RS Pelni dan kondisinya kini sudah stabil.