Kisah Pahit Simon McMenemy di Timnas
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
Mengenai pembayaran kompensasi, pria yang disapa Iwan Bule itu mengaku tidak pusing. Intinya adalah pergantian Simon demi prestasi Timnas Indonesia.
"Itu risiko aturannya memang begitu, tidak bisa kita karena ada aturannya kita pilih mana prestasi atau uang. Kita tentunya kita memilih prestasi, maaf kalau uang bisa kita cari. Kalau prestasi kita kejar karena nama baik Indonesia. Itu risiko kita karena ada kontrak," tambah dia.
Simon resmi dikontrak PSSI pada Awal Januari 2019. Awalnya, masyarakat Indonesia memprediksi Timnas Indonesia bakal lebih baik di bawah komandonya.
Latar belakang Simon, yang pernah sukses bersama Bhayangkara FC, dianggap sudah cukup untuk membantu pasukan Merah Putih kembali berjaya di Asia Tenggara. Apalagi, dia juga sempat membawa Filipina melaju ke semifinal Piala AFF 2010.
Awal Simon sebagai Pelatih Timnas sebenarnya cukup positif. Timnas menang 2-0 melawan Myanmar dalam laga uji coba. Sempat dipermak Yordania 1-4, Indonesia menang 6-0 saat berjumpa Vanuatu.
Harapan Simon membawa Timnas berpestasi ternyata tak terjawab di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Indonesia hancur lebur dengan mengalami 4 kekalahan.
Siapa Pengganti Simon?
Dua nama pelatih masuk dalam kandidat pelatih Timnas. Mereka adalah eks pelatih Timnas, Luis Milla, dan mantan pelatih Korea Selatan, Shin Tae-yong.
"Dua pelatih itu sudah dikontak oleh Sekjen, tapi mereka masih terikat kontrak dengan pekerjaan masing-masing hingga November 2019. Nanti, mereka akan diundang ke Indonesia untuk memaparkan programnya untuk Timnas di depan saya dan Exco lainnya," kata Iwan Bule.
Ternyata, bukan hanya dua nama tersebut yang direkomendasikan PSSI. Iwan juga tak menutup kemungkinan menggunakan jasa pelatih lokal.
"Kita baru ada dua nama, tentunya nanti ada nama susulan yang sekarang kita belum dapatkan. Kalau nanti pelatih nasional lebih baik tentu kita pilih yang nasional, tapi kita akan bisa menyaring dari asessment atau pola yang dilakukan untuk melatih Timnas kita," kata Iwan Bule ketika ditemui di Hotel Sultan, Rabu 6 November 2019.
"Masih ada peluang, nanti kita akan komunikasi. Pada saat dua hari mendatang kita akan kumpul dengan para pelatih lokal untuk mereka memberikan masukan kepada kita," lanjut dia.