Banyak Proyek Besar di Irak
- VIVAnews
Jadi, karena dengan melihat kehadiran pengusaha itu dan ada saya selaku dubes, Pemerintah Irak akhirnya mau kasih satu proyek. Tapi sayangnya, pengusaha Indonesia kesulitan untuk mencari uang jaminan dari bank. Tidak ada yang mau. Itu yang sedih.
Tanggapan Anda soal kebijakan Presiden Joko Widodo yang ingin mengoptimalkan fungsi dubes untuk bisa meningkatkan perdagangan luar negeri?
Sebenarnya hal itu sudah dilakukan oleh para dubes. Contoh di tempat saya, ada TEI, saya pergi ke beberapa provinsi untuk mengajak para pengusaha. Tetapi, terkadang tidak imbang dengan kelanjutannya.
Sekarang contoh, saya bilang ke pemerintah di sini, di Irak ada event Baghdad Fair. Saya meminta supaya pengusaha Indonesia untuk ikut. Ada sedikit dana dan akan saya turunkan untuk menyewa hall di sana. Saya minta tolong agar difasilitasi. Namun, malah direspons: belum termasuk prioritas.
Contoh kedua, ada proyek besar di kota Basra, yakni pembangunan tenaga listrik 2.000 megawatt. Padahal, Pemerintah Irak sudah memberikan lampu hijau agar proyek tersebut diambil Indonesia. Sayangnya, belum ada bank di sini yang mau memberikan jaminan.
Alasannya apa?
Alasannya karena mata uang dolar masih dikuasai AS. Saya katakan kepada perwakilan bank di sini, bahwa itu aturan lama. Karena AS juga memiliki kepentingan di Irak.
Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan Dirut Bank Mandiri dan meminta kalau ada rapat dengan para pengusaha, tolong perwakilan bank juga ikut hadir.
Ada juga yang alasannya karena ada pembatasan. Tetapi buktinya negara lain seperti Korsel dan China sudah bisa. Sementara, Pertamina kan juga sempat dapat proyek di sana dan bisa bayar.
Rasanya seperti tidak didukung. Maksud saya, pemerintah di sini, tolong pedulilah.
Saat ini saya sedang menunggu, kapan mungkin ada semacam raker, di mana Presiden Jokowi akan memberikan arahan, maka saya ingin sekali bisa berbicara mengenai peluang bisnis di sana.
Saat ini yang menjadi salah satu kendala, yaitu belum ada penghindaran pajak ganda. Absennya aturan ini menjadi saingan bagi negara lain.