Bom Mengusik Tahun Baru

Polisi memeriksa ledakan di Bandung
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Ancaman teror awalnya diketahui Abdul Mukti, seorang petugas kebersihan di Mal Teras Kota. Dia menemukan sebuah tulisan pada selembar tisu di toilet pria lantai satu mal itu. Isi pesannya: "Pesan Ini Saya Sampaikan Tepat Pada Jam 00.00, Saya Akan Meledakkan Mal Teras Kota Sebagai Tanda Jihad Allahuakbar, IKKEH.”

Setelah mendapatkan tulisan ancaman bom itu, manajemen Mal Teras Kota melaporkannya kepada polisi. Petugas penjinak bahan peledak segera menyisir seluruh ruangan mal. Tak ditemukan bom maupun bahan peledak jenis lain. Ancaman bom nihil.

CEO PT Viva Media Baru, Anindra Ardiansyah Bakrie, prihatin atas peristiwa bom itu karena telah mengancam keselamatan para jurnalis tvOne dan warga Bandung yang merayakan tahun baru. 

"Saya menganggap semua (media anggota) grup VIVA (tvOne, ANTV, dan VIVA.co.id) adalah keluarga saya. Saya minta diusut tuntas," katanya kepada VIVA.co.id di kompleks kantor tvOne di Jakarta, Jumat, 1 Januari 2015.

Ardi berjanji mengawal langsung pengusutan kasus peledakan bom itu sampai tuntas. "Saya akan turun langsung dan mengawal ini sampai tuntas. Kita harus tahu motifnya apa," tegasnya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan Polri, termasuk Kepala Polda Jabar. "Saya minta atensinya. Saya sudah telepon Kapolda, minta untuk atensinya," ujarnya. (umi)