Geliat Pemudik Jelang Lebaran

Pemudik di Stasiun Senen, Rabu malam, 29 Juni 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Danar Dono

Berdasarkan hasil tinjauan langsung ke ruas-ruas jalan di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan, total jalan dan jembatan sepanjang 183.177 kilometer (km) di seluruh daerah pada umumnya siap dilalui.

Total jalan dan jembatan tersebut terdiri dari 7.961 km  jalan dan 42,70 km jalan tol di Sumatera, 7.164 km jalan dan 668 km jalan tol di Jawa dan Bali, serta 2.482 km jalan di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. “Inspeksi dilakukan sejak jauh hari, agar ada waktu untuk memperbaiki," kata Basuki, Selasa 28 Juni 2016.

Sejak awal 2016, Kementerian PUPR telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk mempersiapkan jalur mudik tahun ini.

Selanjutnya…Strategi Hadapi Mudik…

Strategi hadapi mudik

Serangkaian antisipasi mudik 2016, telah dilakukan Kepolisian. Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Komisaris Besar Benyamin menyebutkan, Kepolisian menggelar operasi bertajuk Operasi Ramadaniya. "Pada 30 Juni, kami sudah mulai operasi Ramadaniya. Akan ada gelar pasukan serentak di Mapolda Metro,” ujarnya.

Untuk itu, dikerahkan sejumlah 159.315 personel polisi, dengan tambahan 1.300 sampai 1.500 Brimob. Kekuatan ini akan didukung TNI, Dinas Perhubungan, Pramuka, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Kemenhub memprediksi, pemudik yang akan menggunakan mobil pribadi maupun sepeda motor akan meningkat tahun ini. Sebagian besar pemudik yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) akan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Pemudik yang akan menggunakan mobil pribadi pada tahun ini diprediksi mencapai 2,4 juta, atau meningkat 1,04 persen dari tahun lalu. Sementara itu, pemudik sepeda motor diprediksi mencapai 3,8 juta, atau meningkat 1,48 persen dibandingkan pada 2015.

Jutaan kendaraan yang akan mudik itu dikhawatirkan bakal menimbulkan kemacetan. Lantaran itu, menurut Kepala Sub Direktorat Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Toto Noerwicaksana, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk menangani titik kemacetan.

Di antaranya, optimalisasi pembukaan pintu gerbang tol, penambahan petugas di lapangan dan optimalisasi gerbang tol otomatis (GTO). "Kami juga akan menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas di titik simpang yang berpotensi kemacetan," ujar Toto, Kamis 19 Mei 2016.