Deretan Mobil Baru Penantang Merek Jepang

Wuling Hongguang.
Sumber :
  • Thenewswheel.com

VIVA.co.id – Sudah bukan jadi rahasia lagi jika pabrikan Jepang mendominasi pasar otomotif roda
empat secara nasional. Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada
semester I-2016, produk-produk Jepang kembali memegang tahta teratas, menguasai penjualan mobil
dengan pangsa pasar hampir 98,5 persen dari total penjualan sebanyak 531.929 unit.

Alhasil, merek di luar Jepang, seperti mobil-mobil Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia,
dan India, hanya bisa sekadar mendapat receh dari gurihnya penjualan mobil nasional yang terus
menggeliat belakangan, atau kurang dari 10 ribu unit yang diperebutkan bersama-sama. Sementara
selebihnya, diborong produk-produk Negeri Samurai.

Maka jangan heran, jika kemudian ada merek-merek non-Jepang mulai bertumbangan atau sekadar tutup
pabrik. Sinyalemen ini kentara saat Ford memilih hengkang, karena kesulitan bernapas di pasar
otomotif Indonesia. Pesan tersirat yang disampaikan Ford, Indonesia bukan jadi surga buat merek-
merek mobil non Jepang, lantaran sukar menggembosi dominasi merek-merek Jepang saat ini.

Akan tetapi, kasus Ford hengkang, atau penutupan pabrik Chevrolet Spin tak menjadikan merek mobil
non-Jepang patah arang. Mereka terus mencari celah, memperkuat kuda-kuda, serta mempertebal harapan
untuk terus berjibaku mengambil hati masyarakat yang sudah kadung percaya terhadap kendaraan buatan
Jepang.

Setidaknya, hal itu terlihat dari cara mereka melakukan aksi tebar pesona dengan memamerkan mobil-
mobil anyar di kendurian otomotif akbar, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016,
yang tengah digelar di ICE, BSD City, Tangerang Selatan.

Pameran otomotif di Indonesia. (Foto: Dok VIVA.co.id)

Menatap penjualan ke depan, merek-merek non-Jepang nampak percaya diri memamerkan sederet mobil baru
dengan beragam fitur anyar, kenyamanan, teknologi, yang tak dimiliki pabrikan Jepang sekalipun. Tak
sedikit pula pabrikan yang memanfaatkan ajang tersebut untuk merilis mobil baru, untuk mencari
peruntungan di Indonesia.

Selanjutnya>>> Teror pesaing Avanza dari China...

Teror pesaing Avanza dari China

Salah satu merek yang meramaikan bursa pameran GIIAS 2016 adalah Wuling Motors. Pabrikan otomotif
asal Tiongkok, PT SAIC-GM Wuling Motors itu merilis Multi Purpose Vehicle (MPV) yang tak lama lagi
siap diluncurkan di Indonesia. Mobil hasil kerjasama dengan General Motors yang digadang-gadang jadi
penantang Avanza dan Mobilio itu, diproyeksikan bakal melakoni debutnya pada pertengahan 2017
mendatang.

Menariknya, mobil yang lahir dari rahim China itu akan dijual dengan banderol setara Low Cost and
Green Car
(LCGC), yang kini dipasarkan dengan banderol Rp100-Rp150 jutaan. Sementara fitur-fitur
yang diusung Wuling, nampak melebihi apa yang tertanam pada kompetitor sekelas; seperti Avanza,
Xenia, Ertiga dan Mobilio.

Menurut Presiden Wuling Motors Xu Feiyun, peluncuran mobil tersebut baru akan dilakukan usai
pembangunan pabrik dan supplier part di Cikarang, Jawa Barat, rampung. Artinya, mobil ini akan
dibuat di Indonesia dengan investasi besar yang telah digelontorkan PT SAIC-GM.

"Rencananya kami akan meluncurkan mobil pertama dengan tipe MPV pada pertengahan tahun kedua 2017,"
kata Xu Feiyun kepada VIVA.co.id.

Wuling Hongguang. (Foto: CarnewsChina)

Produk yang akan dikeluarkan nanti sedianya akan menyasar segmen masyarakat berusia muda, termasuk
mereka yang telah berkeluarga yang menginginkan produk dengan harga terjangkau. "Kami belum bisa
memberikan banyak informasi, informasi akan kami berikan saat produk kami luncurkan," ungkap dia.

Pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai, juga tak mau larut dalam ingar bingar kemenangan mobil
Jepang di Indonesia. Hyundai di ajang GIIAS 2016 menghadirkan napas baru demi mengkatrol nama besar
mereka, yakni dengan meluncurkan mobil baru yang datang dari segmen hatchback, New i20.

Menurut Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno, New i20 sengaja
dihadirkan untuk menggedor pasar hatchback yang dirasa masih seksi penjualannya. New I20 sendiri
merupakan mobil yang statusnya diimpor dari India.

"Kami yakin pasar hatchback ini masih cukup bagus, melihat konsumen di Indonesia yang cukup beragam.
Kami harapkan, penjualan bulanannya bisa mencapai 50-70 unit," ujarnya di ICE, BSD, Tangerang
Selatan.

Hyundai i20. (Foto: VIVA.co.id/Herdi Muhardi)

Hyundai New i20 yang hadir dengan penjejalan mesin 1.400cc ini dijual dengan banderol Rp249 juta untuk tipe manual, dan Rp263 juta untuk versi matik berstatus on the road.

Meski dominasi mobil Jepang terus menggurita di Indonesia, namun Hyundai optimistis mampu
mengejar ketertinggalannya dengan mobil baru yang diluncurkan. Mukiat mengakui, dominasi mobil
Jepang memang sulit untuk mereka hadapi. Bahkan, kata Mukiat, Hyundai tahun ini telah mengeluarkan
anggaran iklan yang lebih besar, tapi tetap belum mampu mendongkrak penjualannya.

Rebut hati, KIA banting harga

Pabrikan mobil asal Korea Selatan, KIA Motors, juga turut ambil bagian dalam kemeriahan GIIAS 2016. Pada ajang tersebut, KIA meluncurkan dua mobil terbarunya, All New Sportage dan Grand Sedona untuk pasar otomotif nasional.

Menurut Direktur Marketing PT KIA Motors Indonesia (KMI) Hartanto Sukmono, hadirnya dua mobil baru ini tak lebih dari niatan perusahaan akan sebuah mobil yang dibutuhkan masyarakat zaman modern dengan menghadirkan produk yang berteknologi tinggi.

KIA All New Sportage. (Foto: VIVA.co.id/Herdi Muhardi)

“Mobil ini juga memiliki desain modern, ditunjang dengan kualitas tinggi dengan standar global,” ujar Hartanto saat acara peluncurannya di GIIAS 2016.

KIA Sedona. (Foto: Indianautosblog)

Untuk pasar Indonesia, Sportage generasi keempat itu hadir dengan tiga varian; All New Sportage Ultimate, GT, dan AT. Meski tak disebutkan secara detail, namun kisaran harga yang akan dijual mulai dari Rp340-Rp425 juta dengan status off the road Jakarta.

Sementara untuk Grand Sedona yang juga hadir dengan tiga varian, yaitu KIA Grand Sedona standar, Ultimate, dan Platinum yang akan dijual dengan kisaran harga antara Rp426-Rp482 juta, off the road Jakarta.

“Kedua mobil ini jika dipesan di GIIAS 2016, maka akan inden. Diperkirakan baru akan mulai dilakukan pengiriman ke konsumen pada Oktober 2016 mendatang.”

Hartanto menyatakan, bahwa kendaraan yang dijualnya ini ditargetkan bagi konsumen yang telah lama memiliki mobil-mobil buatan KIA.

Menariknya, pengumuman kedua mobil baru mereka juga diiringi langkah pangkas harga. Jika beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) menaikkan harga semua line up-nya saat memasuki kuartal kedua, PT KMI justru menurunkan harga kedua modelnya, yakni All New Rio dan All New Picanto.

Cara ini ditempuh agar daya jangkau masyarakat akan dua model tersebut lebih dekat, sehingga bisa
menjadi pencetak rupiah bagi KIA.

Salah satu yang mengalami penurunan harga lumayan banyak, yakni untuk varian tertinggi, Rio Platinum
transmisi matik yang awalnya dibanderol Rp261 juta lantas turun menjadi Rp249,5 juta. Artinya, penurunan harga yang dilakukan sekira Rp11,5 juta.

Lalu, apakah penurunan harga ini karena kalah saing dengan merek Jepang? Menurut Hartanto, pihaknya menepis jika penurunan harga ini dilakukan lantaran tudingan demikian. Penurunan harga dilakukan sebagai bentuk penyesuaian dengan varian baru yang harganya lebih murah.

“Soalnya Rio dan Picanto kan memang ada dua varian baru yang harganya lebih murah. Kalau harga
varian platinum dan option itu turun, ya itu adjustment saja,” ujarnya.

Berikut daftar harga Rio dan Picanto:

New KIA Rio Platinum AT = Rp261 juta jadi Rp249,5 juta
New KIA Rio Option AT = Rp239 juta jadi Rp229 juta
New KIA Rio Option MT = Rp225 juta jadi Rp215 juta
New Rio AT = Rp213 juta jadi Rp209 juta
New Rio MT = Rp198 juta jadi Rp195 juta
New Picanto Platinum AT = Rp207 juta jadi Rp196 juta
New Picanto Option AT = Rp187 juta jadi Rp176 juta
New Picanto AT = Rp159 juta jadi Rp154 juta
New Picanto MT = Rp144 juta jadi Rp139 juta.

Selanjutnya>>> Pesona mobil Eropa dan Amerika...

Pesona mobil Eropa dan Amerika

Gembar-gembor mobil baru juga datang dari merek Eropa dan Amerika. Euforia juga didengungkan dengan
jurus peluncuran gacoan baru yang datang di sejumlah segmen. Dari pabrikan Amerika, ada Chevrolet
yang merilis Captiva dan TrailBlazer edisi penyegaran.

Menariknya, Captiva dan TrailBlazer terbaru kini sudah dibekali dengan konektivitas canggih. Segmen
Sport Utility Vehicle (SUV) sepertinya memang menjadi fokus bagi Chevrolet di Indonesia. Terbilang
logis, karena segmen ini belakangan memang tengah populer, termasuk di Indonesia. Bicara pesaing di
kelas ini, ada Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Isuzu D-Max.

"Diluncurkannya All New Captiva untuk Indonesia merupakan bukti bahwa kami selalu memberikan
produk-produk terbaik berteknologi tinggi yang sesuai kebutuhan konsumen," kata President Director
General Motors Indonesia, Gaurav Gupta.

Chevrolet, kata dia, kini memang sangat serius dalam memberikan sistem konektivitas multimedia di
mobil-mobilnya. "Intinya kami ingin membuat pengalaman berkendara dengan Chevrolet menjadi lebih
mudah dan menyenangkan."

All New Captiva. (Foto: VIVA.co.id/Herdi Muhardi)

Chevrolet TrailBlazer. (Foto: Autoevolution)

Selain itu Chevrolet TrailBlazer yang dirilis juga terbilang sukses menyedot perhatian publik di
Tanah Air. "Kami telah merancang berbagai produk masa depan untuk pasar Indonesia. Salah satunya
adalah TrailBlazer yang merupakan SUV unggulan di pasar Asia Tenggara," tambah Gaurav seraya
menyebut Trailblazer ini juga sudah mengusung MyLink, sama seperti Captiva dan Trax.

Dari Mercedes-Benz, pabrikan Munich, Jerman memboyong tujuh kendaraan di ajang GIIAS 2016. Ketujuh
mobil yang dirilis pada kendurian otomotif itu yakni The New Generation CLA, Mercedes-Benz GLC, All
New C-Class Coupe, AMG C 63, SLC 43, Maybach S 600, dan seri E-Class terbaru.

Mercedes-Benz Maybach. (Foto: VIVA.co.id/Rendra Saputra)

Kata Deputy Director Sales Operation Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, pihaknya
meluncurkan banyak mobil baru secara sekaligus agar lebih efisien dari segi waktu. Apalagi kata dia,
GIIAS telah dipandang masyarakat sebagai ajang pamer mobil baru, dan dinilai tepat untuk itu.

All New E-Class. (Foto: VIVA.co.id)

Kariyanto menjelaskan, model yang menjadi andalan mereka saat ini adalah seri E-Class. "E-Class
merupakan model yang paling diminati. Bahkan sebelum launching di Indonesia, banyak yang melakukan
pemesanan ke diler," kata dia.

Kariyanto berharap besar, dengan banyaknya model yang diluncurkan Mercedes-Benz dapat meningkatkan
penjualan hingga akhir tahun dan bertahan memegang juara di kelas premium. "Dengan peluncuran mobil
baru ini, kami tetap ingin jadi yang terdepan di kelas kami," katanya.