Bahaya Sampah Antariksa di Sumenep

Ilustrasi sampah luar angkasa
Sumber :
  • Space

VIVA.co.id – Penemuan dua benda misterius di Sumenep, Madura, dipastikan merupakan bagian dari bekas roket Falcon 9 yang pada Agustus silam sempat membawa satelit milik Jepang. Bisa dibilang, bagian roket itu adalah salah satu dari ribuan sampah luar angkasa yang berpotensi jatuh ke bumi dan membahayakan objek yang menimpanya.

Ada dua lokasi tempat jatuhya sampah luar angkasa bekas roket Falcon 9 itu. Satu objek menimpa kandang ternak warga dan lainnya jatuh di perairan Kepulauan Gili. Beruntung tidak ada korban jiwa karena jika ada mahluk hidup di dalamnya sudah pasti tidak akan selamat karena berat bagian roket Falcon 9 yang jatuh itu, yang disebut oleh pembuat roket sebagai bagian Upperstage, mencapai  empat ton dan berukuran sebesar drum.

Jika dilihat dari bahayanya, Kepala Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung, Clara Yono Yatini, mengungkap jika hampir semua benda di luar angkasa akan berbahaya bagi bumi, apalagi Indonesia, yang notabene belum memiliki teknologi canggih untuk mengantisipasi kedatangan ataupun memprediksi lokasi jatuhya benda tersebut secara akurat.

“Selama ini kita mengambil data-data dari Space Track, Amerika. Data itu termasuk sampah luar angkasa dan benda antariksa seperti komet dan asteroid. Untuk software, kita kembangkan sendiri. Namun untuk memprediksi agak sulit karena pergerakan benda atau sampah antariksa itu cepat sekali. Jika meleset satu menit saja maka bisa setara dengan pergerakan 100 kilometer,” ujar Clara, dihubungi Viva.co.id, Selasa, 27 September 2016

Yang bisa diprediksi Lapan, kata Clara, hanya perkiraan identitas objek yang melintas, serta memprediksi rentang waktu jatuhnya ke bumi. Berbeda dengan luar negeri, yang bisa memprediksi lebih akurat karena didukung pengamatan dengan teknologi radar. Namun begitu, menurut Clara, dibanding benda antariksa, lebih mudah memprediksi sampah luar angkasa yang akan jatuh ke bumi. Hal ini dikarenakan sampah luar angkasa sudah ada data dan orbitnya.

“Kalau Meteoroid sulit diprediksi. Meteoroid ada yang besar dan kecil. Yang kecil-kecil masih banyak. Meteoroid yang melewati atmosfer bisa terbakar, lalu jatuh dan mengakibatkan lubang besar, tergantung ukurannya. Nah, kalau sampah antariksa, hampir sama ya. tinggal ukurannya. Kalau tidak terbakar, habis di atmosfer. Namun sampah antariksa yang mengandung radioaktif bisa berbahaya, sedangkan meteor tidak (mengandung radioaktif),” jelas Clara.