Kontroversi Nobel Sastra Bob Dylan
- REUTERS/Rob Galbraith
Pria yang kini berumur 75 tahun itu menjadi tokoh ke-259, sekaligus musisi pertama dalam sejarah, yang meraih penghargaan bergengsi tersebut. Tak hanya itu, Bob Dylan adalah orang kedua yang menerima dua penghargaan bergengsi sekaligus, Oscar dan hadiah Nobel, setelah George Bernard Show.
Kiprah Bob Dylan sebagai musisi dan penyair handal telah diakui oleh semua kalangan. Keahliannya membuat lirik yang mampu menggerakkan hati diakui sebagai yang terbaik di kelasnya.
“Ia adalah contoh tepat untuk menggambarkan seseorang yang lihai bersajak, menyatukannya dalam nada, melalui cara berpikirnya yang brilian,” ujar sekretaris Swedish Academy, Sara Danils, dilansir dari nme.com.
Nobel di bidang sastra ini diberikan kepada orang yang yang telah berjasa serta memberikan kontribusi lebih pada dunia kesusastraan. Nama-nama seperti Alice Munro, Harold Pinter, Doris Lessing, JM Coetzee, Toni Morriso, hingga Seamus Heaney, telah memperoleh penghargaan tersebut. Di tahun 2015 lalu, peraih Nobel di bidang sastra ini adalah jurnalis asal Belarus, Svetlana Alexievich.
Sudah bertahun-tahun nama Dylan menjadi spekulasi mereka yang akan memenangkan hadiah Nobel ini. Bahkan sejumlah pengamat pernah memperkirakan pihak penyelenggara akan menambah genre baru untuk penghargaan tertinggi ini, seperti musik pop. Namun sejak pengumuman besar itu, Bob Dylan belum berkomentar apa pun.
Kontroversi Nobel Bob Dylan
Menjadi musisi peraih Nobel bidang sastra pertama sepanjang sejarah rupanya tak bisa diterima semua kalangan. Sejak nama Bob diumumkan, berbagai reaksi pun muncul dan penuh kontroversi.
Wajar saja, karena dilansir LA Times, sejak 1901, hadiah Nobel ini adalah pencapaian puncak bagi mereka yang bergelut di bidang sastra. Mereka yang pernah dianugerahi penghargaan ini adalah para novelis, penyair, dan penggubah sandiwara seperti Gabriel Garcia Marquez, Saul Bellow, Samuel Beckett, William Faulkner, dan Aleksandr Solzhenitsyn. Orang Amerika yang menerima penghargaan ini terakhir kali adalah Toni Morrison pada 1993.