Kembali Tersentak Mutilasi
- Anwar Sadat - VIVA.co.id
Agar aksi itu tak terbongkar, Riko sempat mengurung istrinya di dalam rumah. Namun, sang istri berhasil keluar hingga kejahatan itu akhirnya terbongkar. Warga pun tersentak dengan terungkapnya kasus mutilasi itu.
Terjadinya kembali kasus mutilasi, menurut Psikolog Forensik Kasandra Putranto, secara umum terkait kondisi karakter kepribadian orang tersebut. Meski penyebabnya tak bisa disamaratakan namun kondisi psikologis pelaku turut mempengaruhi. “Juga biasanya menurut saya itu ada dampak pemberitaan media massa yang cenderung berlebihan,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Selasa, 1 November 2016.
Menurut Kasandra, ada banyak motif yang melatarbelakangi suatu mutilasi. Sebab, setiap kasus berbeda-beda, seperti mutilasi yang dilakukan Ryan, mutilasi yang dilakukan Yati yang menaruh potongan korbannya di sebuah bus, atau kasus istri polisi yang memutilasi bayinya.
Namun pada pokoknya tindakan mutilasi ada hubungannya dengan kondisi psikologis pelaku dan relasi antara pelaku dengan korban. “Saya hanya bisa mengatakan ada kekhasan dari kondisi psikologis dan kualitas hubungan antara pelaku dan korban yang khas,” ujarnya.
Jejak Kasus Mutilasi
Kasus mutilasi di Cipayung itu menambah deretan perkara mutilasi yang pernah ada di negeri ini. Sejak awal 2016 ini misalnya, telah terjadi beberapa kasus mutilasi.
Pada Oktober 2016 misalnya, seorang ibu, Mutmainah tega menghabisi nyawa anaknya sendiri yang masih berusia setahun. Tersangka melakukan aksi itu di tempat tinggalnya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu, 2 Oktober 2016.
Peristiwa terungkap ketika sang suami, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Denny Siregar, anggota Bidang Propam Polda Metro Jaya, pulang ke rumah. Denny kaget bukan kepalang mendapati satu dari dua anaknya telah terbujur kaku. Bahkan, telah terpotong-potong.
Mutmainah pun digelandang ke kantor polisi. Tersangka diduga tengah menuntut ilmu tertentu. "Dari penyelidikan sementara ada kelainan jiwa istrinya. Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi itu, sehingga ada bisikan-bisikan," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan, Selasa, 4 Oktober 2016.
Kasus lainnya terjadi di Sumatera Selatan. Seorang anggota DPRD Lampung, M Pansor, ditemukan tewas termutilasi di perairan Ogan Komering Ulu Timur oleh warga sekitar yang sedang memancing, pada 19 April 2016.