Harga Cabai Kian 'Pedas'

Harga cabai meroket hingga Rp180 ribu per kg.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhammad Yasir

“Andil cabai rawit di Desember itu kecil sebesar 0,04 persen. Tapi tidak ada salahnya menjadi salah satu perhatian,” kata Suhariyanto.

Cabai amfibi

Berbagai cara dilakukan pemerintah guna mencari solusi untuk menekan harga cabai, mendorong peningkatan produksi, dan ketersediaan cabai di pasaran.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir, pun merekomendasikan penggunaan bibit cabai amfibi secara masif. Upaya ini akan menggiatkan pengembangan penggunaan varietas bibit cabai merah amfibi lokal ke beberapa daerah secara merata.

"Ada serangan hama biotik tinggi, karena musim hujan dengan curah hujan tinggi. Kami merekomendasikan penanaman cabai yang bersifat amfibi," ujar Syakir, Jumat 6 Januari 2017.

Pengembangan penanaman bibit cabai amfibi ini diutamakan untuk basis daerah produksi dan yang memiliki curah hujan cenderung rendah. Pengembangan bibit cabai merah amfibi dilakukan di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Selanjutnya, basis produksi cabai jenis biasa, saat ini masih mengandalkan dari daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Ia mengatakan, rasa dari varietas cabai amfibi ini tidak berbeda dengan cabai jenis biasa. Yang membedakannya adalah sifat adaptif dari bibit terhadap curah hujan.

Syakir mengatakan, potensi produktivitas dari cabai merah amfibi ini sekitar 24 ton per hektare.

"Sudah ada produksi panen 24 ton (per ha), 20 ton (per ha). Kalau hujannya tinggi sekali, bisa 18 ton (per ha). Sudah ada di Jabar, Sulawesi, Jatim," ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan penggunaan bibit cabai amfibi ini dapat pula menekan harga di pasaran. Sesuai dengan target, batas cabai di tingkat konsumen, yaitu sekitar Rp28 ribu per kg.