Resah gara-gara Antraks
- NIH
Keenam belas warga itu bermukim di tiga dusun di Desa Purwosari, Girimulyo, yakni Ngroto, Ngaglik dan Panggung. "Hasil tes laboratorium itu, ada indikasi antraks," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Astungkara, pada Selasa, 17 Januari 2017.
Dinas Kesehatan sudah memeriksa dan mengobati 16 orang warga Purwosari itu. Kesehatan mereka berangsur membaik dan mulai ada kesembuhan. Mereka tidak diisolasi karena tidak mual-mual dan pusing melainkan hanya ada luka benjolan.
Penyebaran dan vaksin
Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Antraks paling sering menyerang herbivora-herbivora liar dan yang telah dijinakkan. Penyakit itu dapat ditularkan dari hewan ke manusia, namun tidak dapat ditularkan antara sesama manusia.
Bakteri antraks dapat menginfeksi tubuh manusia melalui tiga cara, yaitu melalui konsumsi daging hewan yang sudah terjangkit antraks (pencernaan), melalui kulit yang luka terbuka, melalui sistem pernapasan atas udara yang dihirup manusia.
Beberapa gejala-gejala antraks tipe pencernaan adalah mual, pusing, muntah, tidak nafsu makan, suhu badan meningkat, muntah berwarna coklat atau hitam, buang air besar berwarna hitam, sakit perut yang sangat hebat (melilit). Sedangkan gejala antraks tipe kulit ialah bisul merah kecil yang nyeri. Bisul itu membesar, memborok, pecah dan menjadi sebuah luka.
Seperti maklumat Kementerian Pertanian bahwa antraks sulit diberantas tetapi mudah dikendalikan karena penyebabnya bakteri, bukan virus. Pengendaliannya ialah dengan vaksinasi hewan ternak, terutama sapi dan domba, yang menjadi sumber daging utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Kementerian memerintahkan seluruh Dinas Pertanian dan Peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama di Kulon Progo, menggalakkan vaksinasi pada hewan ternak. Vaksinasi menjadi penting dan mendesak karena bakteri antraks lebih mudah berkembang biak di iklim yang lembab, kurang sinar Matahari, seperti pada musim hujan sekarang.
Kementerian telah mengirimkan vaksin sebanyak 17.600 dosis untuk Kulon Progo. Tetapi Pemerintah Kabupaten perlu lebih dulu menyelesaikan fase penyuntikan antibiotik dan penyemprotan kepada ternak-ternak di wilayahnya. Penyuntikan vaksin setelah dua pekan dari pemberian antibotik dan penyemprotan itu.