Jalan Terjal Transportasi Indonesia
- ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Rencana optimistis pemerintah
Menjawab segala tantangan tersebut pemerintah menegaskan, peningkatan infrastruktur penunjang transportasi terus menjadi prioritas pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Pada tahun ini, ada sejumlah proyek infrastruktur ataupun pengembangan sarana transportasi akan mulai dibangun baik di darat, laut dan udara.
Di darat, selain mengenjot pengerjaan sejumlah proyek jalan tol di kawasan barat Indonesia, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan sepanjang 3.800 kilometer jalan nasional di Papua akan selesai tersambung tahun ini. Kemudian hingga 2019, seluruh jalan nasional di Papua dan Papua Barat, tersambung sepanjang 4.330 km.
Selain itu, sebanyak 1.000 jalan layang atau over pass juga akan mulai dibangun tahun ini. Fungsinya untuk menghindari perlintasan sebidang antara jalur kereta dan jalan nasional. Jalan layang tersebut juga akan mendukung operasional moda transportasi kereta cepat dan semi cepat yang akan dibangun pemerintah.
Di laut, Kementerian Perhubungan pun berkomitmen memberikan subsidi sebesar Rp1 triliun dalam lima tahun untuk meningkatkan pelayaran rakyat. Artinya tiap tahun ada subsidi untuk pelayaran sekitar Rp200 miliar, anggaran itu rencananya akan cair mulai tahun ini.
Pelaksanaan tol laut juga terus di optimalkan oleh pemerintah dan otoritas terkait khususnya dalam hal distribusi logistik. Sehingga diharapkan dapat semakin mengurangi beban jalur darat yang selama ini diandalkan dalam kegiatan distribusi barang.
Sementara itu di udara, Menteri Perhubunganm Budi Karya Sumadi mulai mengembangakan jalur tol udara. Daerah Papua akan menjadi proyek percontohan, atau pilot projects.
"Kami akan mulai 2017, yang dari Wamena dan Timika menuju puncak Jayawijaya. Jadi, Papua memang jadi konsentrasi kita," kata Budi beberapa waktu lalu.
Tol udara diinisiasi untuk melengkapi pendistribusian barang ke daerah terpencil dengan pesawat udara yang tidak bisa dilakukan melalui laut. Selain itu, kata Budi, pihaknya juga segera melakukan memperbaiki beberapa bandara dan air traffic control di daerah Papua.
"Tercatat lebih dari 12 titik yang kita lakukan, sehingga kita harapkan bahan pokok di pusat Jayawijaya itu akan menurun," tambahnya.