Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan
- VIVA.co.id/Fikri Halim
Gatot menjabarkan, selama kurun waktu 2016 hingga Maret 2017, Holding Perkebunan telah melaksanakan berbagai langkah pembenahan, baik dari aspek operasional, finansial dan teknologi.
"Hingga sumber daya manusia, untuk meningkatkan kinerja perusahaan," tutur Gatot di kantor Kementerian BUMN, Kamis 16 MAret 2017.
Pembenahan yang dilakukan manajemen Holding Perkebunan Nusantara itu, sambung dia, telah mengembalikan kepercayaan lembaga perbankan dan hal itu menjadi modal yang baik untuk terus meningkatkan kinerja seluruh anak usaha.
Sebelumnya, di Elnusa sebagai President and CEO pada Juli 2011 hingga Mei 2014, Elia pun dinilai berhasil melakukan restrukturisasi perusahaan. Anak usaha Pertamina di bidang jasa migas tersebut, akhirnya mampu mencetak laba dan meningkatkan kapitalisasi pasar dari sebelumnya dalam kondisi merugi.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal senada. Elia, menurutnya, memiliki pendekatan lain dalam membuat suatu perusahaan untuk maju. Pendekatan itu yang tidak dimiliki oleh kandidat lainnya.
"Dia ahli dalam bidang restrukturisasi dan tegas, saya kira punya hati. Kita lihat saja, nanti hasilnya," ujar Luhut di kantornya, Kamis 16 Maret 2017.
Berikutnya, tamparan untuk Pertamina>>>
Tamparan untuk Pertamina
Pemilihan Elia sebagai Dirut Pertamina di luar ekspektasi banyak pihak. Sebagian besar publik berpendapat, sosok yang paling tepat untuk menggantikan Dwi Soetjipto berasal dari internal Pertamina di masa kepemimpinan Dwi.
Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, ketika berbincang dengan VIVA.co.id berpendapat, meskipun pernah menjabat di Elnusa beberapa tahun lalu, dipilihnya Elia yang notabennya berasal dari eksternal Pertamina, menandakan ada yang tidak beres pada manajemen Pertamina yang dipimpin Dwi Soetjipto.
"Saya kira, ini tamparan keras bagi orang-orang yang ada di Pertamina. Bagaimana bisa dia orang-orang yang lebih ahli dari sisi kapasitas di Pertamina, justru dipimpin dari luar dan bakcground-nya juga tidak sama dengan bisnis yang digeluti," ungkapnya, Kamis 16 Maret 2017.
Terlebih lagi, menurutnya, prestasi Elia di Holding Perkebunan tidak sebagus yang disampaikan ke publik. Sebab, meskipun dengan pembenahan manajerial perusahaan yang baik, sehingga bisa kembali dipercaya perbankan, Elia meninggalkan Holding Perkebunan dengan utang yang tidak sedikit.