Aksi Dendam Jemaah Ansharut Daulah

Ilustrasi/Penangkapan terduga teroris
Sumber :
  • Antara/Jessica Helena Wuysang

FOTO: Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir, pendiri Jemaah Ansharuut Tauhid (JAT)

Deklarasi inilah yang kemudian disebut intelijen Indonesia dengan deklarasi Jemaah Ansharut Daulah (JAD). Ini juga sebagai buntut dari dicapnya Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) yang dibentuk Abu Bakar Ba'asyir sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat pada 2012, dengan tuduhan sebagai dalang Bom Bali 2002.

Atas itulah, sejak tahun itu muncul istilah JAD. Meski tak jelas siapa yang dipastikan sebagai pemimpin, namun organisasi ini disebut-sebut sebagai pemasok milisi untuk perang di Suriah.

"Jemaah Ansharut Daulah hanya sebagai istilah generik untuk menyebut mereka yang mendukung ISIS," tulis laporan IPAC dikutip VIVA.co.id.

Berikutnya, kiprah JAD>>>

Kiprah JAD

Di luar itu, yang jelas, kini nama JAD sudah menjadi sosok lembaga baru yang disebut lahir dari rahim kelompok eksteremis Indonesia.

Bahkan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 10 Januari 2017, menetapkan JAD sebagai kelompok teroris yang mendukung jaringan teror ISIS.

Dalam klaimnya, AS menyebut bahwa JAD adalah dalang serangan teror di pusat Jakarta, yakni Bom Thamrin pada 2016, yang menewaskan delapan orang. Lalu, JAD juga diyakini menerima dukungan finansial dari militan ISIS di Suriah.

Berangkat dari pernyataan inilah, kemudian nama JAD di Indonesia makin 'berkibar'. Kepolisian yang tadi awalnya belum tegas menyebut dalang bom Thamrin 2016 adalah kelompok JAD, akhirnya ikut memastikan bahwa JAD di balik kejadian itu.

Dan, tentunya dengan bantuan Bahrun Naim dan Bahrum Syah, warga negara Indonesia yang kini berada di Suriah dan telah menyatakan mendukung ISIS.

Lalu, apa saja kiprah JAD berdasarkan laporan keterlibatan mereka oleh polisi? Berikut, 10 teror yang dirangkum VIVA.co.id yang mengaitkan nama JAD:

1. Bom Thamrin 2016


Pada 14 Januari 2016, dua bom bunuh diri meledak di Pos Polisi di ruas Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat dan sebuah warung kopi Starbucks. Dua teroris lain, terlibat baku tembak dengan polisi dan akhirnya berhasil dimatikan.

Total korban delapan orang, dengan empat di antaranya adalah teroris. Polisi menyebut para pelaku adalah kelompok JAD yang dibina oleh Bahrun Naim.