Libur Lebaran Usai, Siapa Untung dan Buntung?

Libur Lebaran, wisata ke candi banyak diminati
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicolas Mandey, mengatakan, pendapatan sektor ritel pada libur Lebaran tahun ini diperkirakan lebih rendah dari periode tahun lalu.

Menurut dia, pada libur Lebaran tahun ini pertumbuhan ritel diperkirakan hanya sebesar 6 persen atau setengah dari capaian yang didapat pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu hanya didorong oleh penjualan minimarket.

"Kami melihat dari pekan pertama dan kedua masih minus, untuk pekan ketiga dan keempat mungkin ada peningkatan karena THR dan sebagainya, tapi itu tidak bisa menyamai capaian tahun lalu," tutur Nicolas kepada VIVA.co.id.

Nicolas memperkirakan, turunnya pertumbuhan sektor ritel pada periode ini karena perilaku konsumsi masyarakat memang juga telah berubah, di mana tidak lagi belanja dengan jumlah besar dan hanya memenuhi kebutuhan.

Kemudian, dengan adanya belanja secara online, masyarakat juga semakin malas untuk bisa datang ke pusat ritel, dan supermarket. Kondisi itu kemudian diperparah dengan penyesuaian sejumlah komponen energi seperti listrik yang menggerus daya beli.

"Untuk itu, kami berharap pemerintah bisa mengatasi kondisi politik. Dan menahan kenaikan komponen energi seperti BBM dan listrik, karena dampaknya akan ke daya beli dan sektor ritel otomatis terdampak negatif," katanya.

Nicolas menambahkan, dengan proyeksi yang cukup rendah saat Lebaran ini, maka sepanjang tahun sektor ritel hanya akan tumbuh sembilan persen pada akhir tahun, dari proyeksi sebelumnya ada di angka dua digit.