Rindu Lagu Anak

lagu anak.
Sumber :
  • http://sayangianak.com/download-lagu-anak-anak-gratis-di-marinyanyi/

VIVA.co.id –

“Kelinciku kelinciku, kau manis sekali
Melompat kian kemari, sepanjang hari
Aku ingin menemani, sepulang sekolah
Bersamamu lagi, menari-nari”

 

Lagu ‘Kelinciku’ ini pernah populer di zamannya. Liriknya sederhana dan mudah dihafal. Anak-anak menyanyikan lagu itu dengan riang. 

Banyak diajarkan di bangku taman kanak-kanak, lagu itu sering disertai gaya lucu anak yang menyanyikannya. Sang anak pun senang. Teman-temannya ikut bersuka cita. Masa kecil yang dilalui dengan riang dan gembira. 

Kala itu, lagu-lagu anak begitu disukai. Tak hanya ‘Kelinciku’, di masanya, banyak lagu yang juga sering diajarkan para ibu dan guru taman kanak-kanak. Sebut saja Balonku, Bintang Kecil, Bangun Tidur, hingga Anjing Kecil.

Namun, kini, lagu-lagu anak dengan lirik yang sederhana dan penuh keriangan itu seolah mulai menghilang. Bahkan, nyaris tak ada lagu-lagu baru yang bisa menggantikan ketenaran Balonku hingga Kelinciku.

Lagu-lagu anak mulai tergerus lagu remaja dan dewasa yang bertema cinta. Bahkan, di ajang pencarian bakat untuk anak pun, kontestan cenderung memilih lagu pop atau band terkenal demi bersaing dengan peserta lainnya.

Kondisi itu yang dikhawatirkan publik, dan mengisyaratkan bahwa lagu anak mulai ditinggalkan.

Selanjutnya, Tak Mendapat Ruang

Tak Mendapat Ruang

Lagu anak kini hampir tak lagi diberi ruang secara visual dan disaksikan para penonton Tanah Air. Kondisi itu memicu keprihatinan pelaku di industri hiburan. 

Mantan penyanyi cilik, Enno Lerian, mengaku prihatin dengan sudah jarangnya lagu-lagu anak. Eno merasakan perbedaan dibanding zamannya berkiprah dahulu. Ia merasa, ada kemunduran yang terjadi.

"Iya, industrinya kali ya, enggak ngerti juga. Kayaknya zaman sekarang, 10 tahun terakhir ini, lagu-lagu anak memang drop banget," ujarnya.

Enno menjelaskan bahwa banyak faktor yang memengaruhi berkurangnya minat anak sekarang terhadap lagu anak. Dari variasi acara televisi hingga gadget.

"Tayangan edukasi tentang anak-anak bisa dibilang jarang, walaupun ada, tapi tidak sebanyak zaman dulu. Jadi memang enggak bisa dipungkiri, teknologi makin canggih dan anak-anak mau enggak mau jadi ngikutin teknologi," kata Enno.

Sementara itu, pengamat musik, Bens Leo, mengatakan, lagu anak sebenarnya masih ada. Namun, kurang mendapatkan ruang yang banyak di media televisi. Jarang, bahkan tak ada acara yang menonjolkan tentang kreativitas untuk menciptakan atau melestarikan lagu-lagu anak.