Menebus Mata Novel Baswedan
- ANTARA FOTO/Minalisa
Selanjutnya, adanya temuan cangkir yang terbuat dari kaleng yang digunakan untuk menyiram mata Novel dengan air keras. Kuat dugaan ada tersisa sidik jari. Namun sayang belakangan polisi menyebut sidik jari itu telah terhapus.
Dan terakhir, adanya temuan bahwa motor yang kerap digunakan orang asing yang sering masuk ke lingkungan rumah Novel ternyata milik seorang anggota polisi di Polda Metro Jaya.
Bahkan yang paling menguatkan adalah, adanya pengakuan Novel kepada media bahwa sepekan sebelum penyerangan ia mendapat informasi akan ada ancaman kepadanya. Akses telepon seluler miliknya dan istrinya pun dicurigai disadap oleh pihak tertentu.
Haris Azhar, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), bahkan berani menyebutkan jika serangan itu memang telah terencana matang.
"Novel Baswedan sudah di-profil. Pelaku sudah mengikuti kegiatan dari dekat. Ini serangan terorganisir dan profesional," kata Haris.
Karena itu juga mahfum kemudian publik beranggapan jika kasus Novel ini memang penuh sengkarut kusut. Jika pun tidak, maka ini seperti ada yang sengaja membuat benangnya menjadi kusut.
Selanjutnya
Masih Perlu Berharap
FOTO: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menunjukkan sketsa terduga pelaku penyerang Novel Baswedan kepada publik
Diakui, sejak itu kekecewaan publik menebal ke polisi atas perangai mereka sendiri. Terkhusus perkara korupsi, KPK akhirnya menjadi sebuah harapan.
Keberanian KPK memotong borok penyakit di tubuh para penegak hukum, menjadi penggugah kesadaran publik bahwa masih ada harapan untuk negara yang bersih dari praktik korupsi.
Namun demikian, kegarangan KPK tetap berbatas. Ia tak bisa menyelidiki kasus yang menimpa mereka sendiri. Mau tak mau, suka tak suka, kepolisian harus mengambil peran ini sesuai ketentuan.
Perkara Novel Baswedan, secara prinsip merupakan pidana yang merupakan ranahnya polisi. Karena itu, terlepas dari bau tak sedap yang masih melekat di seragam polisi, namun ini menjadi harapan. Entah itu bagi KPK atau pun publik.
"Hasil sketsa sudah jadi, sudah disampaikan kepada penyidik. Sekarang tinggal nyari yang mirip-mirip itu siapa, gitu," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto pada 100 hari kasus teror Novel Baswedan.