Tips Redam Nafsu Seks ala Ustaz Somad hingga Kasus Roro
2. Tim Pengacara Tinggalkan Roro Fitria karena Tak Kooperatif
Kuasa Hukum Roro Fitria, Nuning Tyas, kini sudah tidak berada di pihaknya. Mundurnya Nuning sebagai tim kuasa hukum Roro atas kasus penyalahgunaan narkoba pun resmi dilakukan pada Senin, 12 Maret 2018.
Nuning telah menyampaikan hal tersebut ke pihak penyidik. Pilihan Nuning untuk mundur dipicu dengan adanya perbedaan pemikiran dan tidak sejalannya Roro dengan tim kuasa hukum.
"Alasannya karena saya pikir kami satu tim menilai Roro Fitria sudah enggak sejalan sama kami, sudah enggak satu pemikiran lagi sama kami, jadi kami sepakat untuk mengundurkan diri," ucap Nuning saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Maret 2018.
Ia menilai perempuan berambut pirang itu tidak kooperatif terhadap permasalahan yang dihadapi. Sementara tim kuasa hukum telah melakukan upaya semaksimal mungkin, sehingga hal tersebut menimbulkan kesulitan dalam menjalani tugasnya sebagai pengacara yang mendampingi Roro. Baca selengkapnya
3. Kelemahan Ban Tubeless yang Tak Disadari Banyak Orang
Salah satu komponen yang paling penting dalam sebuah kendaraan adalah ban. Apalagi fungsi utamanya sangat krusial, mengingat ban sangat berkaitan langsung dengan gerak laju kendaraan itu sendiri.
Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk memilih ban yang sesuai. Secara umum, ban bisa dibagi dari dua jenis, ban biasa dan ban tubeless. Secara umum perbedaan mendasar dari keduanya adalah pada ada atau tidak adanya ban dalam.
Ban konvensional terdiri dari ban luar dan ban dalam, sementara ban tubeless tidak. Namun tak banyak yang tahu jika ban tubeless juga punya kekurangan di samping kelebihan. Apa saja? Baca selengkapnya.
4. Tumpukan Utang RI dari Zaman Soeharto hingga Jokowi
Terbatasnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN dibandingkan target dari capaian pembangunan nasional membuat pemerintah akhirnya harus menutup defisit dengan sejumlah kebijakan pinjaman atau utang.
Sejak pemerintahan Presiden Soeharto hingga Jokowi, tambal sulam APBN terus dilakukan guna menjaga target pembangunan nasional tercapai. Upaya tersebut diakui pemerintah terus dijaga kesehatannya sehingga APBN tetap prudent.